Kebijakan Baru, Kini Jumlah Pengikut Instagram Tidak Lagi Membantu Untuk Dapatkan Verifikasi Akun

  • Whatsapp
(Indiespot.id/Pixabay)

Indiespot.id-Medan. Instagram baru-baru ini memperbarui kebijakannya, salah satunya jumlah pengikut tidak lagi membantu memverifikasi akun pengguna. Selama dua bulan terakhir, Instagram telah meninjau praktik verifikasinya dan caranya mengukur “kelayakan”.

Kepala Instagram Adam Mosseri menjelaskan bahwa perubahan itu terjadi karena perusahaan meninjau cara-cara Instagram dapat meremehkan kelompok orang tertentu. Menurutnya, perusahaan sekarang telah memperluas daftar sumber pers yang dipertimbangkan dalam proses untuk menyertakan lebih banyak media Hitam, LGBTQ +, dan Latinx.

Bacaan Lainnya

“Meskipun jumlah pengikut tidak pernah menjadi persyaratan untuk diverifikasi melalui formulir dalam aplikasi (yang dapat diajukan siapa saja), kami memiliki sistem tertentu yang memprioritaskan akun dengan pengikut tinggi untuk membantu melewati puluhan ribu permintaan yang diterima setiap hari. Kami telah menghapus ini dari bagian otomatis proses,” tulis Mosseri, dilansir laman Independent, Minggu (13/9).

Selain kelayakan verifikasi akun, Instagram juga memperbarui kebijakannya secara lebih spesifik mengenai ujaran kebencian, seperti konten yang menampilkan wajah hitam, stereotip tentang orang Yahudi, dan ancaman pemerkosaan.

Dengan penerapan kebijakan baru, kini Instagram tak lagi menghapus konten yang mengandung ancaman ini, melainkan akan langsung menonaktifkan akun apa pun yang membuat ancaman..

Ia juga mengatakan, akan memperluas peringatan komentar untuk menyertakan komentar di Live, sehingga orang akan diminta untuk mempertimbangkan kembali komentar yang mungkin menyinggung sebelum mereka kirimkan. Langkah ini mirip dengan eksperimen yang sedang dijalankan Twitter.

Terakhir, Instagram mengubah algoritme untuk mengatasi bias. Di mana Instagram telah membuat “tim Ekuitas” untuk fokus pada pemahaman yang lebih baik dan mengatasi bias dalam pengembangan produk dan pengalaman orang-orang.

Tim ini akan bekerja untuk memastikan keadilan algoritmik dan membuat fitur baru yang menanggapi kebutuhan komunitas yang kurang terlayani. (EA)

 

Pos terkait