Susul Butet, Owi Putuskan Gantung Raket!

  • Whatsapp
Tontowi Ahmad atau biasa disapa Owi, memutuskan pensiun dini di usia 32 tahun. (indiespot.id/@tontowiahmad_)

Atlet pebulu tangkis Indonesia, Tontowi Ahmad (Owi) umumkan bahwa dirinya pensiun dari dunia bulu tangkis. Senin (18/5).

Kabar gantung raket tersebut, sontak menjadi perbincangan publik, sebab dianggap terlalu dini bagi atlet berusia 32 tahun tersebut, untuk mengakhiri karir profesionalnya.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, pensiunnya Owi dari olahraga yang membesarkan namanya tersebut, tidak lama berselang dari kabar pensiunnya Liliyana Natsir (Butet) pada tahun 2019 lalu.

“Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal untuk sesuatu yang saya tekuni lebih dari setengah umur saya, yang membuat hidupku menjadi lebih berwarna, kadang susah kadang senang tapi saya bangga dengan apa yang sudah saya capai , di mana saya bisa meraih puncak prestasi yang saya dan orangtua juga keluarga harapkan. Memang saya mengharapkan saya bisa menyudahi ini di puncak podium tapi inilah hidup tidak selalu apa yang kita inginkan bisa tercapai seperti situasi dan kondisi saat ini”. tulis Owi di Instagram pribadinya.

“Tapi apapun yang terjadi saya saya sangat bersyukur bisa berada di posisi saya sekarang ini. Saya juga mau berterimakasih untuk semua yang sudah mendukung karier saya di bukutangkis selama ini yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Dan sekarang waktunya saya melanjutkan hidup untuk meraih kesuksesan di bidang lain”. tambah pria berusia 32 tahun ini.

Komentar Pelatih Tentang Owi

Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI Richard Mainaky, angkat bicara terkait pensiunnya Tontowi Ahmad.

Dilansir dari republika.co.id Richard mengatakan bahwa dirinya sempat berdiskusi jauh dengan Owi terkait karirnya bersama pasangan barunya Winny (Oktavina Kandow).

Owi DAN Winny diabadikan setelah pertandingan. (indiespot.id/@tontowiahmad_)

“Sebenarnya hasil mereka tidak jelek, belum setahun mereka sudah masuk peringkat 16 besar dunia. Saya bilang sama Owi, kalau mau nanjak lagi prestasinya sama Winny, maka Owi harus latihannya nggak bisa lagi seperti dulu, tapi bahkan harus lebih dari yang dulu”. ujar Richard.

“Owi juga merupakan seorang atlet yang luar biasa, dia mampu melahap seluruh latihan keras yang diberikan. Tapi waktu itu dia didukung sama seorang Butet yang punya pengalaman, skill tinggi, sekarang dia harus meng-cover pemain muda yang belum punya pengalaman sama sekali, masih butuh jam terbang”. tambah Richard.

“Sebetulnya Winny oke lah, dia masih muda, kuat dan punya keberanian. Nah, kalau Owi kan sudah punya nama, ini tidak mudah buat Owi. Permainan Owi/Winny lama-lama sudah dibaca lawan, semakin sulit buat Owi”. jelas Richard.

“Tapi waktu dicoba di Indonesia Masters 2020, hasilnya masih jauh dari harapan. Latihan nggak pernah, Apri juga fokus buat Olimpiade Tokyo 2020 di ganda putri (bersama Greysia Polii). Buat Owi sendiri, lolos ke Olimpiade Tokyo pun waktu itu berat karena poinnya masih jauh. Hal-hal ini yang membuat Owi berpikir kayaknya sudah cukup”. tutup salah satu orang di balik suksesnya pasangan Owi dan Butet. (E4)

Pos terkait