Peringati Hari Hepatitis Sedunia 2025, Ini Pesan Dinkes Medan untuk Masyarakat

  • Whatsapp

Indiespot,id Medan – Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia 2025, Dinas Kesehatan Kota Medan bersama RSUP H. Adam Malik menggelar kegiatan edukatif dan promotif di UPT Puskesmas Polonia, Senin (28/7/2025). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun RSUP H. Adam Malik Medan.

Mengusung semangat kolaborasi lintas sektor, acara ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan hepatitis di Kota Medan melalui pendekatan edukatif kepada masyarakat serta penguatan peran layanan kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, Dr. Pocut Fatimah Fitri, MARS, yang mewakili Kadinkes Medan dr. Irliyan Saputra, SpOG. membuka penyuluhan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama RS H. Adam Malik dalam mendukung gerakan eliminasi hepatitis di Medan.

“Hari Hepatitis Sedunia ini menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam mengeliminasi hepatitis B dan C pada tahun 2030. Tema nasional ‘Bergerak Bersama, Putuskan Penularan Hepatitis’ selaras dengan tema global ‘Let’s Break It Down’,” jelasnya.

Dikatakannya, hepatitis masih menjadi ancaman kesehatan global. Data WHO mencatat 254 juta orang hidup dengan hepatitis B kronik dan 50 juta dengan hepatitis C kronik. Di Indonesia, survei 2023 menunjukkan terdapat 6,7 juta kasus hepatitis B dan 2,5 juta hepatitis C.

Meski begitu, Indonesia telah mencatat kemajuan. Prevalensi hepatitis B menurun dari 7,1% pada 2013 menjadi 2,4% pada 2023. Upaya ini didukung dengan peningkatan cakupan imunisasi bayi dan skrining ibu hamil, serta 93% bayi dari ibu pengidap hepatitis sudah menerima imunisasi lengkap dalam 24 jam pertama kelahiran.

“Hepatitis bukan hanya persoalan medis, tapi juga sosial. Masih banyak stigma dan ketidaktahuan yang membuat diagnosis terlambat. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mendorong gerakan ATASI: Atasi Ketidaktahuan dengan Edukasi, Atasi Keterlambatan Diagnosis dengan Skrining, Atasi Akses Terbatas dengan Layanan Gratis, serta Atasi Stigma dengan Empati dan Solidaritas,” ungkapnya.

Ia mengajak semua pihak, termasuk tenaga kesehatan, puskesmas, dan masyarakat untuk bersama-sama mendorong pencegahan, imunisasi, skrining dini, hingga pengobatan hepatitis.

Dengan adanya kegiatan ini pihaknya mengapresiasi seluruh jajaran RS H. Adam Malik, para kepala puskesmas, dokter, dan pengelola program hepatitis yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kami harap apa yang disampaikan para narasumber dari RS H. Adam Malik dapat diimplementasikan dalam pelayanan kesehatan di puskesmas. Ini adalah gerakan kita bersama menuju Indonesia bebas hepatitis,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, Misrah Panjaitan, S.Kep., Ners., M.Kep., FISQua selaku Kepala Instalasi Promosi dan Pemasaran, menyampaikan harapannya kepada seluruh tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), khususnya puskesmas, untuk dapat melakukan skrining dini dan rujukan yang tepat terhadap penyakit hepatitis.

“Kami sangat berharap, para tenaga kesehatan di FKTP mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani kasus hepatitis. Skrining yang tepat waktu serta rujukan yang sesuai akan sangat membantu dalam menekan angka penularan dan komplikasi penyakit ini,” ucap Misrah Panjaitan.

Acara turut diisi dengan edukasi kesehatan, penyuluhan oleh para ahli dari RS H. Adam Malik dan Fakultas Kedokteran USU, serta layanan cek kesehatan gratis dan skrining hepatitis bagi masyarakat.

Acara yang berlangsung edukatif dan interaktif ini menghadirkan dua narasumber utama dari kalangan pakar penyakit dalam,Dr. dr. Masrul Lubis, M.Ked(P), SpPD-KGEH, FINASIM dan Dr. dr. Taufik Sungkar, M.Ked(P), SpPD-KGEH, FINASIM.

Keduanya merupakan dokter spesialis konsultan gastroentero-hepatologi yang memberikan materi seputar skrining hepatitis, penatalaksanaan terkini, serta strategi eliminasi hepatitis B dan C menuju Indonesia bebas hepatitis 2030.

Tak hanya menghadirkan narasumber utama, kegiatan ini juga didukung oleh para dokter spesialis penyakit dalam RS Adam Malik, di antaranya, Dr. Ilham, SpPD-KGEH, FINASIM – Kepala KSM Ilmu Penyakit Dalam RSUP H. Adam Malik dan Dr. Risna Siregar, SpPD, FINASIM.

Para peserta yang terdiri dari kepala puskesmas, dokter, dan pengelola program hepatitis dari seluruh wilayah Kota Medan tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Selain paparan materi, acara juga dirangkai dengan sesi tanya jawab dan diskusi untuk memperdalam pemahaman peserta dalam mengetahui penyakit hepatitis B dab C dan penularannya. (Sgh)

 

 

Pos terkait