Hanya Segelintir Pejabat Paham Saat Kehilangan Sosok Tuan Guru Yang Bersilsilah

  • Whatsapp
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah tampak mengikuti proses menggotong keranda mayat almarhum tuan guru Abdul Halim Tembung. (Istimewa)

INDIESPOT.ID, Medan – Berita duka datang dari Sumatera Utara, Musa Rajeksah tampak memberikan kata kata perpisahan dan mengikuti prosesi sholat Jenazah Tuan Guru Abdul Halim Tembung.

Sosok Guru yang konsisten mengajarkan Kitab kuning atau kitab keislaman berbahasa Arab/melayu yang menjadi rujukan keilmuan Islam di masyarakat maupun di dunia Pondok Pesantren selama lebih 45 tahun di seputaran Kota Medan hingga sebahagian Deli Serdang Sumatera Utara.

Bacaan Lainnya

Berawal dari muda dengan bersepeda hingga kondisi yang tidak memungkinkan sang Tuan Guru harus dijemput oleh murid muridnya dengan kendaraan roda Empat agar sampai di Masjid masjid dimana beliau mengajarkan tuntunan Ilmu Fiqih, Tauhid dan Tasawuf.

Tempat kediaman rumah almarhum tuan guru Abdul Halim Tembung. (Istimewa)

Perlu diketahui bahwa nasab keilmuan Tuan Guru Haji Abdul Halim merupakan murid dari almarhum Tuan Syaikh Usman Bin Tusin yang dimakamkan satu perkuburan yang sama dengan beliau,  sedangkan Tuan Syaikh Usman Bin Tusin adalah murid dari almarhum Syaikh Hasan Ma’shum, Mufti Kesultanan Deli yang makamnya di halaman samping Masjid Raya Al-Mashun yang ada di Jl SM Raja Kota Medan.

Tuan Syaikh Hasan Ma’shum ulama panutan saat itu di Kerajaan Kesulitan Deli. Penuturan murid murid beliau pernah suatu ketika Raja Kesultanan Deli saat itu meminta Tuan Syaikh Hasan Ma’shum untuk datang memenuhi panggilannya oleh utusan kerajaan. Sebagai sosok guru yang cinta kepada umatnya beliau menyampaikan kepada utusan kerjaan bahwa “tidaklah sumur yang mendatangi timba tiada manfaatnya,” Seperti inilah pengajaran Ulama ulama terdahulu kepada raja raja atau pemerintahan saat itu.

Terkait ini, kisah Imam Al Bukhari dapat menjadi pelajaran. Suatu kali, penguasa setempat mengutus seseorang untuk memanggil pakar pakar hadis sahih “Ajari aku kitab-kitabmu, aku ingin mendengar langsung darimu.”

Imam Bukhari berkata kepada utusan itu, “Katakan kepadanya, aku tidak ingin menghina ilmu. Aku tidak akan mendatangi pintu penguasa. Bila dia memerlukan penjelasan dari kitab, maka dia hendaknya mendatangi masjid atau rumahku ini dikhwatirkan bisa merusak tuntunan hukum di dalam pengajaran Islam,”

Lebih lanjut Tuan Syaikh Hasan Ma’shum merupakan murid dari almarhum Tuan Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, imam dan khatib di Masjidil Haram, Mekkah. Ia bahkan didapuk sebagai Mufti Mazhab Syafi’i dan menjadi pengajar di Masjid Haram.

Banyak ulama besar Nusantara dari abad 19 hingga awal abad 20, berguru padanya. Di antara muridnya, ada Ahmad Dahlan yang kelak mendirikan Muhammadiyah dan Hasyim Asy’ari yang mendirikan Nahdlatul Ulama.

Zaman saat ini sosok Tuan Guru Abdul Halim yang telah meninggal dunia tepatnya hari senin 30 April 2023 di rumahnya Jl Titi Sewa ( Benteng Hilir ) Tembung Deli Serdang Sumatera Utara dengan memiliki silsilah keguruan seperti yang di sampaikan diatas bisa jadi sangat sulit untuk dijumpai.

Pernah suatu ketika sepulang beliau ngajar di salah satu Masjid Kota Medan Tas yang berisi kitab dan sejumlah uang jatuh di sekitaran Jl Pancing Kota Medan. Selang beberapa hari Tas yang berisi Kitab Kuning dan sejumlah uang tersebut ada yang mengantarkannya tanpa kurang satu apapun didalam tasnya sampai ke rumah beliau di Tembung dan kisah perjuangan beliau saat berdakwah pernah merasakan pahitnya di zholimi orang, beliau juga sering menyampaikan niatnya untuk terus mengajar sampi akhir hayat dan banyak lagi cerita murid murid beliau saat prosesi pemakaman di rumahnya saat itu. ( sumber Ustadz Samsul Alam Djusa Pulo Brayan Medan ).

Seperti yang disampaikan sebelumnya diatas bahwa mereka semua tidak mengajarkan kita untuk merasa paling istimewa, paling hebat, atau paling memiliki. Sejarah mencatat dengan baik bagaimana semua sanad keilmuan saling sambung antara keluarga Nabi dan Para Ulama Ahlusunnah wal jamaah dalam berbagai fan keilmuan. Baik di Nusantara maupun diluar semua punya andil untuk kebaikan.

Lebih lanjut saat prosesi menghantar jenazah Tuan Guru Abdul Halim, hadir pula Musa Rajeksah Wakil Gubernur Sumatera Utara, ini bisa menjadi tolak ukur salah satu pejabat tinggi di Sumatera Utara yang sibuk masih menyempatkan hadir ditengah ribuan orang yang datang saat itu untuk mengambil pelajaran yang berharga atas kehilangan sosok Tuan Guru yang sudah mengabdikan dakwahnya untuk Dunia Islam di Sumatera Utara.

Ditambah lagi beredar video di grup whatsapp penjelasan Habib Hayqal Husein Alaydrus, saat kabar meninggalnya Tuan Abdul Halim malam itu menjelaskan bahwa sosok Tuan Abdul Halim sudah mengabdikan masa hidupnya hampir 45 tahun untuk terus mengajar dengan berbagai rintangan dan cobaan, seperti ini Wali itu jelas Habib didalam video yang beredar. (Dim)

Pos terkait