Dari Pengungkapan 3 Kasus, Polda Sumut Musnahkan 122 Kg Sabu-sabu

  • Whatsapp
Foto : istimewa

INDIESPOT.ID, Medan – Polda Sumatera Utara merilis tiga kasus menonjol pengungkapan narkotika jenis sabu seberat 122.650 gram (122 kilogram) yang diamankan terhitung mulai 24 September 2021 hingga 26 Oktober 2021.

Turut hadir dalam paparan itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I BB Mayjen TNI Hasanuddin, Kepala BNNP Sumut Brigjend Toga Panjaitan, Wakapolda Sumut Brigjen Dadang Hartanto dan sejumlah pejabat lainnya.

Bacaan Lainnya

Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra Simanjuntak mengatakan pengungkapan narkoba ini merupakan jaringan Malaysia- Sumatera Utara (Tanjung Balai, Deli Serdang dan Medan). Dari pengungkapan ini, lima orang tersangka diamankan.

Panca menjelaskan, dalam pengungkapan pertama diamankan 70 kilogram sabu dengan tersangka Irwanul alias Bembeng. Pengungkapan ini merupakan jaringan Malaysia- Tanjung Balai.

“Tersangka mengaku diberi upah sebesar Rp10 juta,” kata Panca saat paparan di Mapolda Sumut, Selasa (16/11/2021).

Berdasarkan keterangan dari Bembeng, petugas kepolisian melakukan pengembangan ke Desa Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Lalu pada 12 Oktober 2021, petugas menangkap tersangka lainnya bernama Abdi Irawan di sebuah kamar kos di Desa Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

“Dari keterangan tersangka, dia telah menyerahkan sabu tersebut kepada tersangka Ridwan Harahap alias Asep,” sebutnya.

Selanjutnya, petugas menuju ke rumah tersangka Asep di Jalan Sei Mencirim, Reda Kampung Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Saat penggeledahan, disita barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 21.650 gram (21,65 kilogram).

“Keduanya dijanjikan upah sebesar Rp4 juta untuk menjemput dan menyimpan sabu itu,” sebutnya.

Tak hanya sampai disitu, kedua tersangka mengaku masih ada menyimpan barang haram tersebut di Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Petugas kemudian langsung melakukan penyelidikan ke lokasi tersebut.

Di lokasi petugas mengamankan dua tersangka lainnya yakni Trisno Susanto dan Soleh. Dari kedua tersangka diamankan satu buah tas ransel warna hitam berisi sabu seberat 10 kilogram.

Dari hasil interogasi kepada Soleh, dia mengaku masih ada menyimpan sabu di rumah kontrakannya di perumahan Vila Prima Indah, Medan Johor. Dari rumah tersangka diamankan 21 kilogram sabu.

“Hasil interogasi terhadap kedua tersangka, mereka dijanjikan oleh Pak Is yang saat ini masih DPO sebesar Rp10 juta,” ungkap Panca.

Akibatnya perbuatannya, para tersangka dikenakannya Pasal 114 ayat (2) Subs, Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana dengan pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (Satria)