Syekh Ali Jaber Dimakamkan di Pesantren Tahfiz Daarul Qur’an Ketapang

  • Whatsapp
Syekh Ali Jaber (Indiespot.id/Instagram: syekh.alijaber)

Indiespot.id-Jakarta. Syekh Ali Jaber telah dimakamkan di Pesantren Tahfiz Daarul Qur’an Ketapang Tangerang, Banten selepas shalat ashar, Kamis (14/1).

Pemakaman ulama besar itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sejak di rumah duka, pihak keluarga tidak mengizinkan mereka yang tidak berkepentingan memasuki area demi mencegah penularan virus corona.

Bacaan Lainnya

Lewat Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber, para umat muslim yang berkenan ingin menyolatkan dan mendoakan beliau diimbau untuk melaksanakannya dari kediaman masing-masing.

“Pemakaman dalam prokes ketat, untuk kebaikan bermasa dimohon untuk sholat Ghaib di rumah masing-masing. Berikan doa terbaik untuk Syekh Ali Jaber,” tulis akun @yayasan.syekhalijaber.

Syekh Ali Jaber menghembuskan nafas terakhirnya di RS Yarsi Jakarta pada pukul 08.38 WIB. Beliau wafat di umur 44 tahun, Kamis (14/1).

Pada 29 Desember 2020 lalu, terungkap kabar jika Syekh Ali Jaber terkonfirmasi positif corona. Setelah mendapatkan perawatan, Ali Jaber dinyatakan negatif. Namun tak lama setelah dikabarkan positif corona, admin akun Instagram Syekh Ali Jaber menginformasikan jika kondisi kesehatan Syekh kian memburuk sehingga dirawat di ICU.

“Sahabat Syekh Ali Jaber yang semoga dirahmati Allah. Mohon doanya untuk Syekh Ali. Saat ini beliau dirawat di ruang ICU dan tidak bisa menggunakan HP. Terima kasih untuk semua doa dan perhatiannya…” tulis admin akun Syekh Ali Jaber via Instagram Story.

Kondisi Ali Jaber pun sempat membaik. Kabar ini disampaikan Yayasan Syekh Ali Jaber pada Selasa (5/1) lalu.

“Kami kabarkan, saat ini beliau masih dalam perawatan intensif di salah satu Rumah Sakit di Jakarta. Kondisinya pun Semakin Membaik, tim medis menyampaikan apa adanya, bahwa perkembangannya cukup bagus dan terus menunjukan peningkatan,” tulis akun @yayasan.syekhalijaber.

Namun sebelum meninggal dunia, beliau kembali ke kondisi kritis dan tim medis mengharuskan untuk ditidurkan. Menurut penuturan asisten Syekh Ali Jaber, beliau ditidurkan terkait penyakit paru-parunya yang infeksi dan thorax. (EA)