Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Sabu 26,9 Kg Gagal Edar

  • Whatsapp
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin memimpin Konfresnsi Pres kasus Narkoba di Rs Bhayangkara Medan. Kamis, (14/1/2021) Foto: L . Priatna / indiespot.id

indiespot.idMedan, Polda Sumatera Utara kembali menangkap kurir narkoba jaringan internasional dengan barang bukti yang disita 26,9 Kilogram sabu – sabu.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin saat Konfresnsi Pres pada hari Kamis, (14/1)  siang di Rs Bhayangkara Medan, mengatakan ada 4 orang diamankan dalam penangkapan itu, namun 1 meninggal dunia karena melawan petugas kepolisian.

Bacaan Lainnya

Martuani menjelaskan, Petugas Satuan Reserse Narkotika Polrestabes Medan melakukan penangkapan terhadap 3 orang di dalam Kamar No. 501, Hotel Grand Central, berada di jalan Sei Blutu, Medan Baru, Kota Medan. Senin, (11/1) sekitar pukul 04.00 Wib.

Ketiga tersangka, FS (20) warga Rambot, Kecamatan Lhoksukon, Aceh ESR (23) dan RS (20) keduanya warga Juempa Glumpang VII, Kecamatan Matangkuli, Aceh.

Hasilnya, “1,9 Kilogram sabu berhasil diamankan dari tiga orang tersebut, ditemukan dalam sepatu warna coklat yang digunakan masing-masing tersangka” Kata Martuani.

Setelah melakukan pemeriksaan, diketaui narkoba berasal dari seorang Pria inisial MS (31) Warga Desa Klampisrejo, Kecamatan Keraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

lalu berbekal informasi itu, polisi melakukan pengejaran “Petugas mendapati satu koper besar berisi 25 Kilogram Naroba jenis sabu-sabu dari tanggan MS saat dilakukan penangkapan Senin, (11/1) sore di Jalan Sisingamangaraja tepatnya depan Hotel Garuda Plaza.” ujar Martuani.

Selanjutnya dari hasil interogarsi terhadap tersangka MS mengaku narkoba didapat dari seorang inisial (H) dan (AA) di Binjai, Sumatera Utara.

Diungkap Martuani “Saat dalam pengejaran DPO , ditengah perjalanan MS diduga mencoba melakukan perlawanan, serta mengancam keselamatan petugas maka ditetapakan tindakan keras, tegas, tepat dan terukur” ujarnya.

Tindakan mengakibatkan MS terluka, setelah di bawa ke Rs Bhayangkara Medan tersangka dinyatakan meninggal dunia.

Akibat perbuatnya para tersangka dipersangkakan dengan ancaman hukuman 20 tahun kurungan penjara. [e3]