Kehalalan Vaksin Corona, Pemerintah Gandeng Ormas Keagamaan untuk Yakinkan Masyarakat

  • Whatsapp
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Indiespot.id/Freepik)

Indiespot.id-Medan. Kehalalan vaksin corona menjadi sorotan belakangan ini sebab bulan depan vaksin itu mulai didistribusikan. Untuk itu, pemerintah terus berupaya meyakinkan soal keamanan dan efektivitas vaksin Covid-19 kepada masyarakat, salah satunya dengan menggandeng tokoh agama.

“Pemerintah ingin ada keterbukaan informasi terkait produksi vaksin,” tutur Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Rumadi Ahmad melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (5/11).

Bacaan Lainnya

Rumadi menjelaskan, pemerintah melibatkan berbagai organisasi keagamaan untuk memastikan kehalalan vaksin Covid-19. Vaksin bertujuan mencegah bahkan mengobati berbagai penyakit. Hal itu pada dasarnya sejalan dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

“Kata rasul, Likulli da’in dawaa atau setiap penyakit pasti ada obatnya. Namun obat harus diupayakan dan dicari, tidak datang dengan sendirinya,” jelas Rumadi.

Oleh karena itu, berbagai riset untuk mencari vaksin sedang dikumpulkan pemerintah sebagai sumber pendukung untuk menyakinkan masyarakat mengenai kehalalan vaksin corona. Rumadi yakin, para ulama mempunyai perangkat keilmuan dan kearifan untuk tidak menghalangi penggunaan vaksin jika vaksin yang tersedia belum bisa dipastikan kehalalannya.

“Tapi dalam keadaan darurat, jika belum ada obat yang lain, Islam tidak melarang mengkonsumsi obat tersebut,” imbuh Ketua Lajnah Kajian Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) NU.

Pernyataan Rumadi tersebut merujuk pada hukum Islam mengenai teori darurat atau nadhariyat ad-darurah. Ada juga pembahasan tentang rukhsah atau kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menjelaskan, vaksin yang tidak berlabel halal tetap digunakan oleh masyarakat jika mendapatkan ketetapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal ini pernah terjadi di tahun 2010, terkait vaksin meningitis.

“Seperti (vaksin) meningitis itu ternyata belum ada yang halal, tetapi kalau itu tidak ada atau kalau tidak digunakan vaksin akan timbul kebahayaan akan timbulkan penyakit berkepanjangan, maka bisa digunakan secara darurat,” ujar Wapres Ma’ruf Amin pada pertengahan Oktober lalu. (EA)