Ibu Hamil di Madina Terlibat Peredaran 18,2 Kg Ganja Karena Suami Menganggur

  • Whatsapp

Indiespot.id-Panyabungan. Satuan Reserse Narkoba Polres Madina berhasil meringkus seorang ibu hamil, Leni Rangkuti (29) yang kedapatan nekat membawa ganja, Selasa (27/10). Atas perbuatannya,ia terpaksa menikmati dinginnya malam di balik terali besi rumah tahanan sementara Polres Madina.

Leni diamankan saat hendak berkunjung kerumah kawannya di Kelurahan Kayu Jati Kecamatan Panyabungan, Madina. Saat penangkapan, Leni kedapatan membawa 3,1 Kg ganja kering yang disimpan di dalam tas warna coklat.

Bacaan Lainnya

Kepada Awak Media, Leni mengaku sudah dua kali melakukan pekerjaan haram itu. Ia terpaksa lantaran suaminya sedang tidak ada pekerjaan, sedangkan ia harus menghidupi keluarganya.

“Suami saya sedang menganggur, anak saya empat orang. ini saya lagi mengandung 3 bulan, anak kelima,” katanya

Menurut pengakuannya, ganja tersebut akan dibawanya dan diedarkan di wilayah kota Sibolga. Di mana ia membeli ganja Ganja tersebut seharga Rp 250 ribu perkilo dan akan dijual di Sibolga seharga Rp 400 ribu perkilo.

“Setelah kita mengumpulkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, kita menuju lokasi, sekitar pukul 10.00 WIB personil melakukan penggerebekan. Kita menemukan 3,1 Kg ganja yang disimpan di dalam tas yang akan di edarkan ke Kota Sibolga” kata Kepala Satuan Reserse Narkoba AKP Manson Nainggolan.

Setelah melakukan pemeriksaan dari tersangka pertama, polisi akhirnya mendapat informasi bahwasanya ada pelaku lain yang juga membawa narkotika jenis ganja dari arah Padang Sidimpuan menaiki angkutan umum menuju Panyabungan.

Selanjutnya polisi melakukan penggeledahan di angkutan tersebut, personil berhasil menemukan 15 bal ganja kering dengan berat 15,1 Kg yang dibawa oleh Julianti (23). Dari keterangan Juli, ganja akan diedarkan ke Provinsi Sumatera Barat.

Akibat perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subs pasal 111 ayat 2 subs pasal 115 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang berkaitan dengan menguasai, memiliki, menyimpan dan membeli dengan hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 1 milyar dan paling banyak 10 milyar. (EA)