Balita di Deliserdang Jadi Korban Penganiayaan Paman dan Istrinya

  • Whatsapp

Indiespot.id-Deliserdang. KR (4), balita laki-laki di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara menjadi korban penganiyaan pamannya SD dan istrinya JS. Warga yang menemukan luka lebam pada tubuh korban lantas melaporkannya ke polisi.

“Berawal dari laporan masyarakat, di mana di TKP itu melihat kondisi anak ini, keluar dari rumah dalam kondisi kehausan, meminta minum kepada tetangganya,” kata Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi kepada wartawan, Jum’at (23/10).

Bacaan Lainnya

Yasir menuturkan, penganiayaan itu terjadi di kediamannya di Kompleks Perumahan Asri Indah, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kamis (22/10).

“Kita melihat rumah tersebut dan kondisi anak itu. Kita lihat ada tanda-tanda kekerasan. Kondisi anak sangat lemah, lalu kita evakusi ke Puskesmas. Sesampainya di Puskesmas, dirujuk di RS Bhyangkara,”ujar Yasir.

Di saat itu juga polisi langsung mengamankan dua pelaku, yakni paman dan bibi korban. Dari situ, diketahui bahwa korban ternyata tinggal bersama keduanya

“(korban) Dititipkan ke tersangka, karena orang tua anak kandung anak itu, berada di rumah tahanan karena tersangkut kasus tindak pidana narkotika,” ujar Yasir

Kedua tersangka pun mengakui perbuatannya itu. Saat diinterogasi, mereka mengaku penganiayaan itu sudah dilakukan sejak sebulan belakangan yang disebabkan kesalahakan RK yang dirasakan berulang-ulang.

Bibi Korban JS mengatakan, sudah tiga bulan korban tinggal bersama mereka, namun tindakan penganiayaan baru dilakukan, sebulan belakangan. Aksi kekerasan dilakukan, lantaran bocah malang itu sering buang air besar sembarangan.

“Dua bulan kami ajari terus supaya buang air besar di kamar mandi, awalnya dia tahu. Tapi berulang kek gitu saja,” kata JS

Karena perbuatanya, kata Yasir, tersangka terjerat UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumanya lima tahun penjara,” ujar Yasir (EA)