Indiespot.id-Medan. Semenjak pandemi virus corona melanda Tanah Air dan dunia, istilah bekerja dari rumah atau work from home (WFH) ikut menjadi populer. Demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19, perusahaan harus menerapakan WFH pada pegawainya secara bergantian.
Banyak yang beranggapan dengan WFH bekerja akan terasa lebih santai dan bebas karena tidak dimonitor secara langsung oleh atas. Namun di sisi lain, terkadang WFH membuat jam kerja jadi lebih panjang dan membuat batasan antara waktu kerja dengan waktu pribadi sulit dipisahkan. Akibatnya, timbul lah burnout syndrome pada pekerja.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), burnout syndrome adalah kondisi stres kronis akibat pekerjaan. Burnout mengacu pada kumpulan reaksi berbeda yang terjadi sebagai respon terhadap stres berkepanjangan dan terlalu banyak bekerja.
Dilansir dari Klikdokter, berikut 3 gejala kamu mengalami burnout syndrome menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMed MSc.
- Merasa seperti kehabisan energi atau kelelahan
- Meningkatnya pemisahan diri dari hal-hal yang terkait pekerjaan (mental distance), atau memiliki perasan negatif (sinisme) yang berkaitan dengan pekerjaan
- Produktivitas kerja menurun
Lalu bagaimana cara mengatasi sindrom ini? Berikut 5 cara mengatasi burnout syndrome atau kelelahan mental akibat bekerja menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi
1. Membuat Batasan Kerja
Sama halnya seperti bekerja di kantor, selama WFH kamu juga perlu membuat batasan kapan bekerja dan kapan harus beristirahat. Ikhsan menyampaikan sebisa mungkin kita membuat batasan kerja di bawah 5 jam.
“Tapi, kembali lagi ke pekerjaan, kalau sudah selesai, berhenti. Tapi, kalau belum selesai, lanjutkan,” ujar Ikhsan.
2. Ubah Pola Pikir
Kamu harus berhenti menyalahkan diri sendiri jika merasa kamu tak seproduktif di kantor. Tak bisa dipungkiri bekerja dari rumah pasti terdapat hambatan karena tidak bertemu langsung dengan rekan sehingga pekerjaan bisa saja terasa lebih berat.
“Kita perlu ubah pola pikir. Kita perlu memahami bahwa di rumah pasti ada hambatan, tidak bisa cepat. Itu perlu dilakukan supaya tidak mudah stres,” tutur Ikhsan.
3. Tegas pada Diri Sendiri
Terkadang WFH membuat jam kerja lebih panjang daripada seharusnya, hal ini pasti akan mengganggu karena membuatmu kesulitan membagi waktu untuk urusan lainnya. Untuk mengatasinya, kamu perlu tegas dengan dirimu sendiri. Misalnya dengan tidak memeriksa surel yang berhubungan dengan pekerjaan di luar jam kerja.
4. Lakukan Kegiatan yang Menyenangkan
Cara mengatasi burnout syndrome selanjutnya ialah dengan melakukan hal yang kamu sukai atau menyenangkan setelah jam kerja. Misalnya jika kamu hobi menonton film, sempatkan waktumu untuk menonton apa yang membuatmu dapat terhibur. Namun pastikan kamu tidak terlarut dan membuat pekerjaanmu terlantarkan.
“Melakukan kegiatan yang menyenangkan. Ini supaya stres bisa berkurang dan emosi menjadi lebih stabil,” pungkas Ikhsan.
5. Beritahu Kondisi pada Keluarga
Risiko burnout syndrome bisa melonjak sangat tinggi jika Anda mengalami banyak kendala atau gangguan saat harus bekerja di rumah.
“Karena itu, penting sekali untuk memberitahukan jam kerja Anda pada anggota keluarga lainnya. Anda bisa meminta mereka untuk tidak mengganggu pada saat jam kerja. Jadi, Anda bisa fokus bekerja,” kata Ikhsan.






