Indiespot.id-Medan, Mameh Sudiono merupakan mantan pemain klub PSMS Medan dekade 80-an. Namun informasi yang beredar, salah satu pahlawan kemenangan PSMS merebut juara Perserikatan 1985 tersebut, kondisinya memprihatinkan.
Sebuah posting di laman Facebook milik Indra Efendi Rangkuti, membagikan cerita tentang kondisi Mameh yang tengah butuh perhatian.
“Bagi pecinta PSMS Medan era 80-an pasti akan ingat sosok yang tendangan penaltinya memastikan PSMS Medan meraih Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI 1984/1985 untuk ke-6 kalinya usai menaklukkan Persib Bandung dalam penalti yaitu Mameh Sudiono,”
“Kini Beliau hidup dalam kondisi prihatin di hari tuanya yang harus kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya walau dirinya pensiunan pegawai Bea Cukai. Bang Mameh sendiri saat ini tidak punya tempat tinggal tetap bahkan sempat hidup nomaden,”
“Kini Beliau tinggal menumpang di rumah adiknya di Jalan Pancing Lingkungan 5 gang Sepakat No.28 Mabar Hilir ( Mabar ) Sumatera Utara. Bagi yang ingin membantu meringankan bebannya bisa mendatangi Beliau pada alamat tersebut. Semoga ALLAH SWT senantiasa melindungi Bang Mameh Sudiono,” tulis Indra dalam unggahannya.
Rencanakan Tali Asih
Sementara itu sebuah gerakan tali asih dilakukan pendukung setia PSMS Medan. Gerakan tersebut merupakan upaya mengumpulkan bantuan dari berbagai pihak untuk diberikan kepada Mameh Sudiono.
Dalam sebuah unggahan di akun Instagram @koranpsms, terlihat sejumlah legenda PSMS seperti Edy Suryanto berkunjung menemui Mameh Sudiono.
Selain bersilaturahmi, sebuah jersey PSMS Medan juga dihadiahi kepada Mameh Sudiono. Tidak hanya itu gerakan donasi juga dibuk bagi siapa saja ingin berpartisipasi menyisihkan rezekinya untuk sang legenda.
“Bank Mandiri atas nama Fahlevi Fadhlan Lubis, nomor rekening 1060088844421. Donasi akan dibuka hingga seminggu kedepan dan akan ditayangkan secara live saat penyerahannya,” tulis akun @koranpsms. (E4)






