Buah dari ketulusannya, Kanit Lantas Polres Samosir, Polda Sumatera Utara, Brigadir Heri Ompusunggu dihadiri sebuah penghargaan oleh Kapolres Samosir.
Heri diberi penghargaan oleh atasannya, setelah dirinya menebus biaya perawatan jenazah seorang korban kecelakaan lalu lintas, dengan menggunakan uang pribadinya.
“Betul, Heri diberi penghargaan, berbentuk uang dan berupa satu unit sepeda motor, hal ini supaya seluruh personel Polres Samosir, termasuk saya, mau mencontoh hal yang baik ini. Ikhlas bekerja dan selalu memberikan pengabdian kepada masyarakat,” kata Kapolres Samosir AKBP Muhammad Saleh, dikutip dari laman detikcom. Senin (11/5).

Kepedulian Terhadap Sesama
Sebelumnya diketahui Brigadir Heri telah memberi bantuan kepada seorang warga, bantuan itu bentuk keprihatinan Heri, lantaran keluarga korban kecelakaan yang bernama Walfaret Sihombing (56) tidak sanggup membayar biaya perobatan di rumah sakit, tempat korban dirawat.
“Kanit laka berangkat ke Rumah Sakit Sidikalang untuk menyelesaikan administrasi di rumah sakit,” ujar Saleh, pada Minggu (10/5).
Saleh menjelaskan awalnya korban ditabrak sepeda motor di Jalan Tele Umum- Dairi tepatnya di Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumut, Minggu (3/5) malam. Korban kritis, lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Sidikalang.
Setelah dibawa ke rumah sakit, Heri langsung mencari alamat korban yang ternyata di Kabupaten Tapanuli Utara. Korban sendiri baru dua bulan tinggal di Samosir, lantaran bekerja sebagai buruh tani.
Namun anehnya kata Saleh saat dihubungi polisi, pihak keluarga korban enggan datang ke rumah sakit, hingga tiga hari kemudian korban meninggal.
“Pada hari Kamis tangggal 7 Mei 2020 sekira pkl 10.00 WiB korban meninggal dunia di RSU Sidikalang,’’ujar Saleh.
Setelah meninggal, atas desakan polisi akhirnya keluarga korban datang ke rumah sakit. Kepada polisi istri dan anaknya tidak segera mengurusi korban, lantaran tidak memiliki uang untuk membayar rumah sakit. Mendengar cerita itu, Heri berinisitif melunasi biaya perawatan selama di rumah sakit.
“Setelah itu barulah jenazah bisa dibawa keluarga korban,” ujar Saleh
Tak hanya biaya rumah sakit, kendala lainya muncul, keluarga juga tidak punya uang untuk biaya ambulance dan peti jenazah dan akhirnya Heri yang melunasi, jumlahnya mencapai 6,5 juta.
“Mulai dari mengurus korban kemudian menebus rumah sakit kemudian membayar peti dan sampai kepada membayar ambulans dilakukan anggota tersebut,” ungkap Saleh. (E4)






