Janjikan Penyakit Ayahnya Sembuh, Dukun di Deli Serdang Cabuli Remaja 15 Tahun

  • Whatsapp
Ilustrasi Kekerasan Seksual Terhadap Anak-anak. (Dok. Freepik)

INDIESPOT.ID. Medan – Seorang dukun di Kabupaten Deli Serdang bernama Syam (40) ditangkap Polda Sumatera Utara. Ia diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap seorang remaja perempuan yang merupakan anak pasiennya berinisial RJ (15).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, kasus bermula saat ayah korban, RH mengalami sakit menahun yang belum bisa disembuhkan. Kemudian, kakak korban, RS menghubungkan pelaku dengan ayah korban pada Agustus 2021.

Bacaan Lainnya

Sebelum pengobatan dilakukan, pelaku mengatakan jika ia sanggup menyembuhkan penyakit bapaknya. Namun, sebelum mengobati sang ayah, tersangka meminta korban datang ke rumahnya.

Cara ini ternyata modus tersangka untuk bisa mencabuli JR.

“Sebelum diobati, si pelaku ini membujuk anaknya tadi untuk ke rumah pelaku dengan mengatakan bahwa kalau bapakmu mau sembuh, kamu datang dulu ke tempat saya atau ke rumah saya,” ujar Kombes Hadi kepada wartawan, Selasa, 2 November.

Kemudian, korban pun menuruti permintaan pelaku dan datang ke rumahnya. Di sana korban yang masih polos diarahkan untuk masuk ke kamarnya.

“Kemudian (korban) dikusuk, korban ini diawali dengan kusuk, kemudian sambil (disuruh) menonton video porno,” sebut Hadi.

Kemudian tidak berselang lama, tersangka mencabuli korban. Korban diperkosa karena diiming-iming ayahnya akan sembuh.

“Akhirnya terjadilah (pencabulan) menurut keterangan korban, bahwa pelaku ini sudah melakukan persetubuhan dengan diiming-imingi ayahnya akan sembuh,” ucapnya.

Selanjutnya, korban mengadu ke ibunya SA dan melapor ke Subdit Renakta Polda Sumut. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku pada bulan Oktober.

Akibat perbuatannya, kata Hadi pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan Pasal 82 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Terkait insiden ini, Hadi juga membuka posko pengaduan bila mana ada korban lainnya.

“(Karena) dari tahun 2012 dia menjalani praktek paranormal sampai dengan saat ini,” ujarnya. (Satria/Rel)

Pos terkait