Hanya 1 kata, canggih!
Seterusnya mengalami perubahan. Visi dan misi yang hanya untuk komunikasi, bertambah lagi dimana tersedia jaringan internet. Membuat siapapun bisa browsing kesitus-situs website. Dengan mengisi pulsa alias kuota, begitu cepat, mudahnya memperoleh informasi, berita, apa saja. Bermain games dari yang bentuknya abstrak kotak-kotak sampai yang three D(3D)atau tiga dimensi seperti asli. Bisa ber-selfie-selfie, merekam video seperti acara ditelevisi, fitur editan foto suka-suka hingga bisa merambah sosial media dari berinternet ria. Ya, layakya seperti datang kewarnet, hanya dengan hp ditangan, selamat datang didunia maya. Wadah ajang eksis kata-kata, status-status yang kebanyakan fana, foto-foto editan dengan wajah yang tak seberapa menjadi daya tarik yang sebenarnya tidak nyata.
Sebagaimana kita ketahui kalau sosial media dengan berbagai nama menawarkan pertamanan secara luas, menjangkau seluruh lapisan, melintasi batas suku, agama, ras, kota bahkan dunia. Dengan hasil yang, ya bisa dilihat saat ini. Semua hal tersebut menjadikan manusia seperti terkungkung dalam penjara tapi tanpa terali besi. Hp menjadi tidak bisa lepas dari genggaman. Pulsa atau kuota adalah syarat mutlak keberlangsungan hp-hp itu. Charger atau Powerbank menjadi jiwa raga dan nafas kehidupannya.
Perubahan fungsi dimana menelepon dan sms-an bukan jadi yang utama. Masih layakkah disebut hp?. Entahlah! Masih juga disebut hp sampai detik ini. Istilah Gadget yang lebih kekinian, disebutkan untuk keberadaan hp saat ini mengacu hanya kepada dunia maya sehari-harinya
Misal, pemandangan sekelompok anak remaja, dewasa bahkan paruh baya, ibu-ibu, bapak-bapak yang seperti tak mau kalah dengan anaknya, sama. Adalah dunia maya yang menyatukannya, sosial media tempatnya. Siapa saja yang mempunyai barang wajib ini benar seperti namanya, telepon genggam. Terus digenggam, hampir tidak pernah lepas. Setiap saat melihatnya. Tak tahu apa yang dilihat, ya urusannya. Sudah menjadi suatu kewajiban layaknya makan. Kenyataan, bukan kiasan. Laporan Nokia pada MindTrek ditahun 2010 saja mengatakan bahwa, rata-rata orang mengecek/melihat hp sekitar 150 kali dalam sehari.






