Edukasi Warga Cegah Paham Radikalisme-Ekstremisme, Kombes Sunadi : Melalui Program RATAKAN, Kami Tingkatkan  Kesadaran Masyarakat

  • Whatsapp

Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Riau menggelar sosialisasi Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan) kepada masyarakat RW 05 Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman rumah Ketua RW 05 di Jalan Sianok itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme (IRET), serta Nihilistic Violent Extremism (NVE) yang dinilai mulai menyasar generasi muda dan anak-anak.

Sosialisasi dipimpin personel Unit Cegah Satgaswil Riau, Brigpol Terri Karno S.Pd., M.H. dan Briptu R. Rahma Dandi. Kegiatan turut dihadiri Lurah Pematang Kapau Dekri S.Pd., Bhabinkamtibmas Kelurahan Pematang Kapau Aipda Ari, Ketua LPM Sutikno, Ketua RW 05 Rosli M. Nor S.Sos, perangkat RT, kader Posyandu, sekitar 20 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hang Tuah, serta sekitar 100 warga.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai karakteristik, indikator, serta pola penyebaran paham IRET dan NVE yang berkembang melalui berbagai media, termasuk ruang digital.

Kasatgaswil Riau Densus 88 Antiteror , Kombes Pol Sunadi mengatakan, penguatan literasi masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran paham radikal sejak dini.

“Melalui Program RATAKAN, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu mengenali tanda-tanda awal penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, maupun Nihilistic Violent Extremism. Pencegahan akan lebih efektif apabila dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujar Sunadi dalam keterangannya

Selain memberikan materi, personel Satgaswil Riau juga membuka sesi diskusi dan tanya jawab. Warga tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan terkait cara mengenali paparan paham ekstremisme, khususnya yang menyasar anak-anak dan remaja.

Sunadi berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham radikal.

“Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan setiap warga dapat lebih waspada terhadap berbagai bentuk penyebaran paham IRET dan NVE serta segera melakukan langkah pencegahan apabila menemukan indikasi di lingkungan sekitarnya,” kata dia.

Menurut Satgaswil Riau, Program RATAKAN merupakan upaya kolaboratif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman intoleransi, radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme melalui pendekatan edukatif yang melibatkan pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, akademisi, serta warga setempat.

Pos terkait