WFH Sekali Seminggu Digagas, Layanan Rumah Sakit Dipastikan Tetap Prioritas

  • Whatsapp

Indiespot,id Medan –

Judul 1:
Rumah Sakit di Medan Tunggu Instruksi Pusat Terkait Kebijakan WFH

Judul 2:
WFH Sekali Seminggu Digagas, Layanan Rumah Sakit Dipastikan Tetap Prioritas


Naskah Berita:

Medan – Penerapan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah satu hari dalam seminggu yang tengah disiapkan Pemerintah Indonesia, masih menunggu kejelasan di tingkat daerah, khususnya pada sektor layanan kesehatan.

Sejumlah rumah sakit pemerintah di Kota Medan mengaku hingga saat ini belum menerima arahan resmi dari pemerintah pusat terkait implementasi kebijakan tersebut.

Manajer Hukum dan Humas , Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh lantaran belum adanya instruksi dari Kementerian Kesehatan.

“Kami belum mendapatkan arahan atau instruksi dari Kementerian Kesehatan. Jadi saat ini belum ada hal yang dapat kami informasikan mengenai hal tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).

Rosario menegaskan, sebagai fasilitas layanan kesehatan publik, pihak rumah sakit tetap akan mengutamakan pelayanan pasien apabila kebijakan tersebut nantinya diberlakukan.

Hal senada disampaikan Direktur , dr Yulinda Elvi Nasution. Ia menyebut pihaknya juga belum menerima surat edaran maupun petunjuk teknis terkait kebijakan WFH satu hari dalam sepekan.

“Kami juga sampai hari ini belum mendapatkan surat edaran, petunjuk pelaksanaan maupun petunjuk teknis terkait kebijakan tersebut,” katanya.

Meski demikian, Yulinda memastikan pihaknya akan mendukung kebijakan pemerintah apabila telah resmi diterapkan, dengan tetap menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Tentunya kami tetap memastikan pelayanan publik tidak akan mengalami gangguan dan hambatan. Jika ada perkembangan, segera kami sampaikan,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur , dr Mardohar Tambunan, juga menyampaikan hal serupa. Hingga kini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

“Kita pun masih menunggu arahan. Pastinya kita menerima kebijakan tersebut, dengan catatan sebagai tempat pelayanan kesehatan yang melayani langsung masyarakat, perlu dikaji apakah bisa diterapkan atau tidak,” ujarnya.

Diketahui, kebijakan WFH satu hari dalam seminggu tengah dikaji pemerintah sebagai upaya menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika geopolitik global. Namun, implementasinya di sektor pelayanan publik seperti rumah sakit diperkirakan memerlukan penyesuaian khusus agar tidak mengganggu layanan kepada masyarakat. (Sgh)

 

Pos terkait