(Foto: kondisi peluru nyasar yang masih tertanam di antara pelipis dan kelopak mata Asmi Anggraini
Indiespot,id Medan – Asmi Anggraini, bocah perempuan berusia 4 tahun yang menjadi korban peluru nyasar akibat tawuran di kawasan Belawan kini di rawat, Senin (5/1/2026). Peluru yang bersarang di bagian pelipis hingga kelopak mata Asmi membuatnya harus mendapatkan perawatan medis segera.
Romansa Capriati Siregar, ibu korban mengatakan dirinya sempat membawa anaknya ke klinik sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Pirngadi Medan pada malam hari setelah kejadian.
“Sempat saya bawa ke klinik, tapi disarankan langsung ke rumah sakit. Makanya saya putuskan bawa ke RSUD Pirngadi,” ujarnya kepada Mistar, Rabu (7/1/2026).
Namun setibanya di rumah sakit, pihak keluarga mendapat informasi bahwa biaya perawatan tidak dapat diklaim melalui BPJS Kesehatan. Penyebabnya, kasus yang dialami Asmi termasuk kategori korban tawuran sehingga tidak ditanggung oleh BPJS.
“Namun pihak rumah sakit memberi keringanan dan menyarankan kami mengurus surat keterangan miskin di kelurahan. Alhamdulillah anak kami tetap ditangani,” katanya.
Romansa pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelayanan yang diberikan RSUD Pirngadi.
“Dari awal sampai kemarin itu kami dilayani dengan baik. Mulai dari rontgen, CT-scan, obat-obatan, sampai dokter semuanya membantu,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD dr. Pirngadi Medan, Gibson Girsang, membenarkan bahwa pihaknya telah memberikan berbagai tindakan medis terhadap korban, mulai dari pemberian obat, antibiotik, hingga CT-scan.
“Kami juga memberikan kamar kelas satu di Anggrek 2 nomor 10 bagi korban. Kami hanya meminta surat keterangan tidak mampu dari kelurahan agar penanganan bisa dilakukan,” jelasnya.
Namun demikian, Gibson menyampaikan bahwa RSUD Pirngadi tidak memiliki dokter bedah mata, sehingga Asmi harus dirujuk ke rumah sakit lain untuk penanganan lanjutan. (Sgh)






