Indiespot,id Medan – Bursa saham Asia pada perdagangan hari ini ditutup bervariasi, dengan mayoritas berada di zona hijau. Namun, berbeda dengan tren tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah.
IHSG terkoreksi 1,78% ke level 7.634, sejalan dengan pelemahan nilai tukar Rupiah yang mendekati Rp16.500 per dolar AS, atau tepatnya di kisaran Rp16.470 per dolar AS pada sesi perdagangan sore.
Kondisi ini disebut sebagai respon negatif pasar terhadap reshuffle kabinet yang baru saja dilakukan pemerintah.
Pelemahan IHSG terjadi akibat sikap pelaku pasar yang masih menanti arah kebijakan menteri keuangan baru, setelah sebelumnya terbiasa dengan pola kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
“Pelaku pasar cenderung melakukan adaptasi terhadap pola kebijakan pemerintah pasca-reshuffle. Menteri keuangan baru perlu menunjukkan sikap profesional dalam mengelola fiskal, sehingga bisa mengembalikan keyakinan investor,” ujar seorang analis pasar.
Sejumlah saham perbankan besar menjadi pemicu koreksi IHSG, di antaranya BBCA, BMRI, BBRI, BBNI, hingga WIFI. Di sisi lain, pelemahan Rupiah terjadi meskipun dolar AS tidak mendapatkan dukungan kuat dari sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat.
Sementara itu, harga emas dunia masih menunjukkan tren kenaikan. Emas diperdagangkan di level USD3.644 per ons troy, atau setara dengan Rp1,94 juta per gram.
Kenaikan harga emas mencerminkan sikap hati-hati investor yang memilih instrumen safe haven di tengah ketidakpastian pasar. (Red)






