INDIESPOT,CO.ID MEDAN – Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara (Sumut) memastikan stok dan pasokan beras aman serta cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut.
“Stok beras Bulog aman dan masalah beras secara umum tidak ada masalah di Sumut,” tegas Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sumut, Budi Cahyanto, kepada juru warta Medan di sela-sela acara buka puasa bersama, Selasa (25/3/2024) sore.
Ia menyebutkan, ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini tersimpan di gudang Bulog mencapai 52.000 ton. “Stok itu cukup untuk kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan pasca Idul Fitri,” katanya.
Selain beras, BULOG juga menyediakan komoditas bahan pokok lainnya seperti gula pasir dan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Budi Cahyanto, yang baru beberapa bulan menjabat di Sumut, mengungkapkan bahwa BULOG hadir dan turut serta mengoptimalkan perannya dalam menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Provinsi Sumut.
Salah satunya dengan melaksanakan pasar murah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PT Pos Indonesia, ID Food, BUMN Pangan, dan pemerintah kabupaten/kota.
“Kami menyediakan beras SPHP yang dijual untuk pasar murah dengan harga Rp58.000 per lima kilogram, dan MinyaKita seharga Rp14.700 per liter,” jelas Budi.
Ia berharap, beras SPHP dapat menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok yang terjangkau dan berkualitas, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang.
Selain pasar murah, BULOG Sumut juga menjalankan program penyerapan gabah dan beras dari petani. Dengan memasuki masa panen raya, BULOG aktif melaksanakan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Hal ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk menjaga keseimbangan harga dan meningkatkan pendapatan petani,” kata Budi.
Budi menjelaskan, penyerapan beras petani juga bertujuan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah yang akan digunakan untuk menjaga ketahanan pangan nasional, baik dalam situasi darurat maupun untuk pengendalian harga beras di pasar.
BULOG Sumut menargetkan penyerapan beras sebanyak 3 juta ton. Untuk mencapai target tersebut, BULOG terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Kelompok Tani (Poktan dan Gapoktan), penggilingan, serta dukungan dari TNI dan Polri.
“Sinergi ini menjadi kunci dalam memastikan penyerapan gabah dan beras berjalan maksimal. Dengan langkah ini, BULOG optimis dapat menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan di Sumut, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional selama bulan suci Ramadhan,” pungkas Budi. (Sgh)






