Empat Ibadah Unggulan Ramadhan

  • Whatsapp
Dr. Muktarruddin, MA. Ketua MUI Percut Sei Tuan. (Istimewa)

INDIESPOT.ID, Medan – Bulan Ramadhan hanya satu kali dalam setahun. Diharapkan setiap muslim tidak menyia-nyiakan momentum ramadhan untuk beribadah kepada Allah. Namun demikian tidak sedikit kaum muslimin yang memokuskan ramadhan hanya dengan berpuasa di siang harinya dan berbuka di malam harinya. Padahal jika merujuk kepada perintah puasa ramadhan dan praktek nabi SAW ibadah ramadhan tidak berdiri sendiri melainkan memiliki paket-paket ibadah yang menyertainya atau bisa disebut ibadah unggulan di bulan ramadhan.

Ibadah puasa ramadhan tidak berdiri sendiri dapat dilihat dari hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim “Barang siapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. Apasaja empat paket ibadah unggulan ramadhan itu.

• Berpuasa di bulan ramadhan 

Berpuasa di bulan ramadhan hukumnya wajib dan merupakan rukun Islam. Orang yang tidak berpuasa ramadhan seperlima keislamannya hilang. Jika mereka tidak sanggup berpuasa karena sakit maka wajib menggantinya pasca ramadhan. Demikian juga orang tua lanjut usia dan orang sakit yang berkepanjangan yang membuatnya tidak sanggup lagi berpuasa bahkan sudah direkomendasikan dokter agar jangan berpuasa maka wajib menggantinya dengan membayar fidyah setiap hari sebanyak minimal 675 gr beras atau lebih kurang minimal 7 ons beras setiap hari. Lebih utama diserahkan perhari sebelum waktu berbuka puasa boleh juga dirapel dan diserahkan di akhir ramadhan sebelum terbenam matahari. Diserahkan kepada fakir miskin boleh untuk satu orang atau lebih sesuai tingkat kebutuhannya.

• Melaksanakan salat tarawih di malam ramadhan

Melaksanakan salat tarawih hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang dikuadkan. Siapa yang mengerjakannya mendapat pahala yang luar biasa dan bagi yang meninggalkannya tidak berdosa. Salat tarawih merupakan sunnah fi’liyah nabi, dipraktekkan Nabi di bulan ramadhan. Sebagaimana makna hadis di atas bahwa salat tarawih dapat menghapuskan dosa yang telah lalu. Dalam riwayat Abu Daud dan Turmudzi “Barang siapa yang ikut melaksanakan sholat tarawih berjamaah bersama imam sampai selesai maka baginya akan dicatat seperti salat semalam penuh.”.

• Banyak membaca Alquran

Membaca Alquran dimaksud mulai dari membaca tanpa mengerti maknanya, membaca mengerti makna dan mengamalkannya, membaca mengerti makna, mendakwahkan serta mengamalkan isinya. Semua model bacaan itu akan mendapatkan rahmat  Allah. Nabi SAW, para sahabat, salafussoleh menjadikan ramadhan bulan khatam Alquran. Rasulullah bersabda dalam riwayat Imam Bukhari “ Bacalah Alquran hingga khatam dalam sebulan”. Abdullah Amar Bin Al-Ash terus menanya Rasulullah apakah bisa boleh khatam Alquran lebih cepat dari sebulan jika dia mampu. Rasulullah mengatakan kalau mampu khatamkanlah Alquran dalam duapuluh hari, limabelas hari, sepuluh hari, tujuh atau lima hari atau minimal tiga hari jika mampu dan tidak kurang dari itu. Karena jika kurang dari tiga hari dikhawatirkan pembaca tidak akan mampu memahami maknanya. Keunngulan membaca Alquran di bulan Ramadhan dapat juga dilihat dari rangkaian ayat yang mewajibkan puasa (Albaqarah 183-187). Pada ayat 185 menjelaskan bahwa Alquran merupakan petunjuk dan pembeda yang diturunkan di bulan ramadhan. Seorang muslim yang telah mendapatkan petunjuk Allah lewat Alquran insya Allah tidak akan mendapati kesulitan di dunia dan akhirat.  

• Memperbanyak infaq dan sedekah

Keunggulan infaq dan sedekah di bulan ramadhan dapat dilihat dalam hadis tentang keutamaan memberi makan atau minum kepada orang yang berpuasa. Bahkan ibadah sunnah di ramadhan disejajarkan fadhilahnya dengan ibadah wajib. Perlu diketahui bahwa infaq dan sedekah satu jenis ibadah yang membuat orang yang sudah sekarat minta kepada Allah agar ditangguhkan kematiannya walau sesaat agar dia bisa bersedekah (Al-Munafiqun 10). Berinfaq dan bersedekah tidak harus menunggu seseorang kaya. Setiap muslim dituntut berbuat sesuai kemampuannya bahkan siapa yang merasa rezekinya sempit alias pas-pasan maka berinfaklah semoga kesempitan dan kepayahan akan diganti Allah dengan kelapangan dan kemudahan (At-Thalaq 7). Wallahu A’lam.  (Dr. Muktarruddin, MA. Ketua MUI Percut Sei Tuan)

Pos terkait