Gubsu Edy Terima Demo Ojol Soal Kenaikan BBM : Saya Tahu Kalian Sulit, Saya Juga Ikut Berjuang

  • Whatsapp
Ojek online gelar unjuk rasa di kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Selasa (13/9/2022). (Dok. Indiespot.id)

INDIESPOT.ID, Medan – Ratusan ojek online gelar unjuk rasa di kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Selasa (13/9/2022). Ratusan massa itu tergabung dalam massa Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams). Mereka menolak kebijakan pemerintah, menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Massa mulai berdatangan sekira pukul 11.20 WIB dengan mengunakan sepeda motor dan mengenakan jaket berwarna hijau. Setelah itu, mereka menyampaikan orasi di atas mobil komando.

Bacaan Lainnya

Ketua umum Godam, Agam Zubir menyampaikan 5 tuntutan dalam orasinya. Adapun tuntutan itu massa menolak kenaikan BBM subsidi pertalite, massa meminta revisi atas penyesuaian tarif baru untuk Zona 1 Pulau Sumatera oleh Kemenhub.

Ojek online gelar unjuk rasa di kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Selasa (13/9/2022). (Dok. Indiespot.id)

Kemudian, realisasikan payung hukum untuk legalisasi profesi ojek online Indonesia, Mendesak aplikator untuk menjaga stabilitas pasar/demand dengan mengurangi, berbagai potongan biaya aplikasi, serta cabut izin usaha aplikasi yang tidak patuh atas regulasi/ketetapan/aturan pemerintah.

Baru sekitar 15 menit berunjuk rasa, massa, ditemui oleh Edy Rahmayadi. Dia meminta selepas berunjuk rasa, massa tidak mogok.

“Habis ini kalian segera meninggalkan tempat laksanakan, kegiatan kalian masing masing. Jangan gara-gara kalian berhenti di sini, banyak orang yang menunggu, memfasilitasi apa kegiatan-kegiatan kalian,” ujar Edy.

 

Edy menyadari, kenaikan BBM menambah kesulitan, karena itu mantan Pangkostrad ini berjanji akan menyampaikan keluhan para Ojol ke pemerintah pusat.

“Saya tahu semua sulit, saya tahu kalian sulit. Tapi saya juga ikut berjuang, kalian juga ikut berjuang dan berdoa. Saya Terima ini (tuntutan) kalian. Saya akan lanjutkan ke atas,” kata Edy.

Ucapan Edy sontak disambut dukungan massa aksi.

“Hidup pak edy, hidup ayah, hidup ayah, Sumatera Utara, dua periode, pak Edy dua periode. Sumatera Utara dua periode,” teriak massa

Namun Edy, menghiraukan teriakan massa. Ia pun mengimbau massa untuk tertib dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya terimakasih, ini motivasi kalian. Tapi jangan terlalu lama (aksinya) mengganggu jalan, kepentingan umum. Yang kedua orang banyak membutuhkan tenaga kalian. Pesanan pesanan di sana sini. Macet semua orang, oang tak makan nanti,” tutup mantan Ketua PSSI itu. (Ika)

Pos terkait