INDIESPOT.ID, Medan – Dalam hubungan sering kali perselingkuhan menjadi momok. Bukan apa-apa, ini terjadi karena kemungkinan seseorang untuk berselingkuh dari pasangannya sangat besar. Tapi bukan berarti itu nggak bisa dicegah atau dihindari, ya.
Jika perselingkuhan bisa dicegah atau dihindari, pertanyaan selanjutnya adalah, bisakah kamu menghentikan orang yang suka berselingkuh untuk berhenti melakukannya? Ternyata, jawabannya nggak. Namun, ini bukan jawaban yang menghakimi atau nggak mau menganggap seseorang bisa berubah, ya. Tapi, ada penjelasan dari sisi psikologi mengenai hal tersebut.
Merasa berhak melakukannya
Memang sih nggak semua orang sama, tapi salah satu karakteristik yang akan sering kamu temukan pada seorang peselingkuh adalah rasa berhak yang mendalam. Karena banyak tukang selingkuh yang benar-benar percaya, bahwa mereka membutuhkan atau pantas melakukannya. Mereka merasa berhak mendapatkan lebih dari satu pasangan seksual atau romantis.
Hal ini kembali lagi pada pribadinya, tergantung pada orangnya. Tapi sering kali hal itu sudah mendarah daging sehingga si tukang selingkuh bahkan nggak sadar dengan perasaan tersebut.
Menjadikan selingkuh sebagai jalan keluar dari masalah
Ciri umum lainnya dari tukang selingkuh adalah mereka cenderung mencari solusi eksternal untuk masalah yang mereka hadapi. Ya, ini berlaku untuk masalah di tempat kerja, uang, atau dalam batas-batas pernikahan mereka. Nah, saat kesulitan muncul, para tukang selingkuh ini sering mencari sesuatu untuk menenangkan kecemasan dan rasa sakit mereka. Perselingkuhan akan terlihat seperti obat untuk semua masalah yang dihadapi.
Di balik kedua ciri psikologis tersebut, masih ada 3 alasan lain lho yang membuat kamu nggak bisa menghentikan tukang selingkuh untuk berselingkuh.
1. Kamu nggak punya kendali atas dirinya
Nggak peduli seberapa hebatnya kamu, si tukang selingkuh ini telah mengalami perkembangan seumur hidup jauh sebelum kamu bertemu dengannya. Dia sudah dipengaruhi atau dibangun di dunia yang nggak menyertakan dirimu selama bertahun-tahun. Dalam hal ini penyebabnya banyak. Mungkin orangtua yang nggak setia satu sama lain atau dia belajar bahwa perselingkuhan entah bagaimana dapat diterima atau perlu dilakukan. Bahkan, mungkin saja dia pernah diselingkuhi dan memiliki masalah komitmen mendalam lainnya.
2. Kamu nggak bisa mengontrol lingkungannya
Tentu kamu nggak bisa selalu bersama pasangan setiap saat. Dia memiliki kehidupan sendiri, pun kamu juga demikian. Dia punya bagian-bagian yang nggak harus kamu campuri. Tapi di sini pula kesempatan untuk berselingkuh terbuka lebar. Karena di lingkungan ini pasangan akan bertemu siapa pun yang ingin dia temui dan melakukan apa pun yang akan dia lakukan. Kamu nggak memiliki kemampuan dan kekuatan untuk menghalanginya.
Namun, kalaupun kamu bisa mengontrol lingkungan hidup pasangan, bukan berarti si tukang selingkuh ini akan berhenti berselingkuh, karena dia pasti mencari-jalan untuk bisa melakukannya. Sekecil apapun kemungkinan itu terjadi. Ngeri, ya?
3. Mengalami kencanduan seks berlebih
Orang yang mengalami kecanduan seks mungkin memiliki dorongan yang dalam dan hampir tak tertahankan untuk selingkuh, nggak peduli seberapa kuat perasaannya terhadap kamu sebagai pasangan. Ya, terlihat hanya sebagai alasan sih, tapi kecanduan seks adalah gangguan yang valid dan sering kali hanya dapat diobati oleh profesional atau kelompok pendukung yang berdedikasi untuk mengatasinya.
Jika kamu khawatir pasangan mungkin memiliki masalah kecanduan seks, lakukan sedikit riset sebelum mencari bantuan oleh profesional.
Kalau kamu punya pasangan yang tukang selingkuh, ketahuilah itu bukan salahmu. Kamu hanya manusia biasa, bukan orang yang diberi kelebihan untuk bisa mengubah orang lain menjadi lebih baik. So, jika kamu sudah merasa melakukan berbagai macam cara, bahkan bersedia untuk mengubah diri sendiri agar bisa menghentikan pasangan yang tukang selingkuh, bukan salahmu jika dia nggak juga bisa berubah. Ingat itu! Karena banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang jadi tukang selingkuh dan itu nggak ada hubungannya denganmu sama sekali.






