Sering Alami Kantuk di Pagi Hari, Awas 3 Penyakit Ini Mengintai

  • Whatsapp
Ilustrasi Dalam Bekerja. (Dok. freepik)

INDIESPOT.ID, Medan – Ngantuk di pagi hari hampir kerap dirasakan oleh semua orang dan kerap dianggap hal sepele dan wajar. Padahal hal itu patut dikhawatirkan, terlebih lagi jika durasi tidur sudah mencukupi namun kantuk masih menghampiri. Tapi kantuk dinilai wajar jika kita begadang atau tidur larut malam.

Nah, untuk mengatasinya, kita dapat memodifikasi gaya hidup seperti menjalani rutinitas yang baik. Tetapi, jika kualitas tidurINDIR sudah baik dan rasa kantuk masih menghampiri, apalagi usia sudah di atas 40 tahun, mungkin sudah saatnya waspada pada terhadap beberapa penyakit.

Bacaan Lainnya

Salah satunya penyakit yang bisa dialami adalah demensia alzheimer. Rasa kantuk di pagi hari dapat menjadi gejala bagi pasien demensia alzheimer di fase akhir.

Pasien ini akan merasa ngantuk saat orang melek (pagi), sebaliknya dia melek saat orang lain ngantuk (malam). Sehingga merepotkan karena saat tengah malam malah minta diajak ngobrol.

Selain itu, penyakit lain yang cenderung berkaitan adalah kekurangan hormon tiroid. Saat kita kekurangan hormon tiroid, metabolisme tubuh cenderung berjalan lambat termasuk memicu rasa kantuk. Namun jal ini seringkali lambat disadari.

Penyakit lain yang mungkin mengintai saat kita merasa mengantuk di pagi hari adalah anemia. Kondisi anemia bisa disebabkan oleh kekurangan zat besi sehingga kadar oksigen menurun dan membuat rasa kantuk menyerang lebih sering.

Oleh karena itu, bagi kita yang sudah memasuki usia di atas 40 tahun ada baiknya rutin melakukan evaluasi medis, terlebih ketika rasa kantuk terlalu sering terjadi. Sebab, rasa kantuk yang dialami di pagi hari dapat mengganggu aktivitas. Dan apabila kantuk terjadi secara mendadak juga dapat membahayakan profesi tertentu, seperti supir bus, pilot, dan sebagainya. (Ika)

Pos terkait