Mendag Lutfi Puji Kinerja Gubernur Edy Rahmayadi dalam Pengendalian Harga Bahan Pokok

  • Whatsapp
Mendag Lutfi Puji Kinerja Gubernur Edy Rahmayadi dalam Pengendalian Harga Bahan Pokok
Mendag Muhammad Luthfi didampingi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat meninjau harga bahan pokok di an Pasar Raya Medan Metropolitan Trade Centre (MMTC) Kabupaten Deliserdang (Indiespot.id/Humas Sumut)

Indiespot.id-Medan. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengapresiasi kinerja Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dalam hal pengendalian harga bahan pokok di Sumut.

Hal itu disampaikannya usai menyidak langsung Pasar Rakyat Jawa Belawan Kota Medan dan Pasar Raya Medan Metropolitan Trade Centre (MMTC) Kabupaten Deliserdang, Sabtu (1/5).

Bacaan Lainnya

“Harga bahan pokok di Sumatera Utara merupakan salah satu yang terbaik, stabil, dan terjangkau di Sumatera. Mudah-mudahan hal ini menjadi bekal dalam menghadapi puasa dan lebaran supaya lebih khusyuk dalam beribadah,” kata Mendag.

Hail pantauan di Pasar Jawa Belawan menunjukkan harga beras medium Rp10.000—11.000/kg, beras premium Rp12.000—13.000/kg, gula pasir curah Rp13.000/kg, tepung terigu Rp10.000/kg, minyak goreng curah Rp14.000/kg setara Rp12.600/liter, minyak goreng kemasan Rp13.000/liter.

https://www.instagram.com/p/COUic9mLQJ0/?utm_source=ig_web_copy_link

Daging ayam Rp28.000/kg, daging sapi Rp125.000/kg, telur ayam ras Rp21.000/kg, cabe merah keriting Rp24.000/kg, cabe rawit merah Rp40.000/kg, bawang merah Rp28.000/kg, dan bawang putih Rp24.000/kg.

Sementara di Pasar Raya MMTC, harga komoditas hortikultura cabe merah keriting tercatat sebesar Rp20.000/kg, cabe rawit merah Rp35.000/kg, bawang merah Rp25.000/kg, bawang putih Rp24.000/kg, dan kentang lokal Rp10.000/kg.

Mendag pun menyampaikan, pemerintah pusat dan daerah terus berupaya menjaga agar pasokan dan harga bahan pokok tetap stabil. “Bila harga stabil, daya beli masyarakat pun dapat  menjangkaunya, apalagi di saat pandemi seperti saat ini, bersama Pak Gubernur kita berkomitmen untuk sesegera mungkin memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumut, sehingga daya beli masyarakat kembali pulih,” ujar Lutfi pada pedagang.

Gubernur Edy Rahmayadi mengakui saat ini memang daya beli masyarakat di Sumatera Utara sedang kurang baik. Salah satunya akibat lambatnya pergerakan ekonomi yang tengah terdampak Pandemi.

“Menjelang hari Lebaran ada kenaikan sedikit itu wajar, apalagi ditambah dengan kondisi pandemi seperti saat ini, kalau kita bisa atur yang jualan dan yang belanja insya Allah, semua akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Untuk itu, sambung Edy, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan terus mengupayakan langkah-langkah yang terukur, salah satunya dengan melakukan percepatan penyerapan anggaran dengan segera, baik itu APBD maupun dari APBN, diharapkan dengan uang  itu dapat beredar (berputar) di masyarakat.

Ke depan, menurut Edy, juga perlu dilakukan pengaturan terhadap masa tanam tanaman pertanian, sehingga ketika panen harga tidak jatuh, dan saat ketersediaan barang terbatas harga di pasar pun harga tidak melambung tinggi. (EA)