Gubernur Edy Rahmayadi Pastikan 73 Posko Peniadaan Mudik Lebaran 2021 di Sumut Dijaga ketat 24 Jam

  • Whatsapp
Gubernur Edy Rahmayadi Pastikan 73 Posko Peniadaan Mudik Lebaran 2021 di Sumut Dijaga ketat 24 Jam
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. (Indiespot.id/Humas Sumut)

Indiespot.id-Medan. Pemprov Sumatera Utara (Sumut) bersama dengan Pemerintah Kabuapten/Kota dan Forkopimda menyusun skema peniadaan mudik Lebaran tahun 2021.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memastikan posko akan dijaga ketat oleh petugas selama 24 jam agar peniadaan mudik Lebaran akan berjalan dengan baik. Petugas di posko-posko tersebut akan melakukan pengecekan pada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan atau diperintahkan memutar balik.

Bacaan Lainnya

“Petugas kita akan bekerja 24 jam di setiap posko, walau begitu tentu ada pengecualian yang diberikan seperti bekerja atau dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka, ibu hamil atau kepentingan persalinan. Tentu ini harus dibuktikan secara otentik untuk bisa melanjutkan perjalanan,” terangnya

Ada 73 posko yang didirikan untuk penyekatan mudik di tahun ini. Rinciannya,10 posko untuk perbatasan antarprovinsi dan 63 posko untuk perbatasan antar kabupaten/kota. Posko-posko itu diisi Polisi, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan.

Lebih lanjut disebutkan untuk perbatasan Sumut dengan Aceh ada enam pos yang dibentuk, tiga di Langkat (Desa Halaban, Desa Air Hitam dan Kelurahan Sei Dendang), satu di Pakpak Bharat (Pakpak Bharat-Subussalam), satu di Karo (Desa Lau Baleng) dan satu di Tapteng (Jalan Madumas-Singkil).

Sementara itu untuk perbatasan dengan Sumatera Barat ada dua pos yaitu di Muara Sipongi dan Penyabungan, dan dua pos untuk Perbatasan dengan Riau (Palas-Rokan Hulu) dan Torgamba di Labuhanbatu.

Edy Rahmayadi juga meminta kepada Bupati/walikota se-Sumut untuk kembali mengaktifkan Satgas Penanganan Covid-19 untuk menegakkan protokol kesehatan. Selain itu, sesuai dengan hasil kesepakatan Salat Ied tidak berpusat di satu titik, tetapi menyebar di masjid-masjid.

“Salat Ied di masjid lingkungan masing-masing, tidak seperti sebelum-sebelumnya berkumpul di satu lapangan, atau satu masjid, menyebar ke semua masjid atau tempat salat Id. Pawai takbiran tidak ada begitu juga open house, kita harus tahan diri,” kata Edy Rahmayadi,” imbuhnya. (EA)