Paman di Gorontalo Tega Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras

  • Whatsapp
Paman di Gorontalo Tega Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras
Ilustrasi kaki bayi (Indiespot.id/Pixabay)

Indiespot.id-Gorontalo. Seorang paman di Gorontalo AN (19) tega mencekoki ponakannya yang baru berusia 4 bulan dengan miras. Peristiwa itu terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo AKP Laode Arwanyah peristiwa itu terjadi pada Rabu (20/1). Selain AN, polisi juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni MA (21), ARPA (16) dan WED (17).

Bacaan Lainnya

“Jadi kami buru saja melakukan gelar perkara terkait ahli status para pelaku yang melakukan (atau) memberi minuman keras kepada bayi berumur empat bulan. Dan hasil gelar perkara, kami menetapkan empat orang tersangka terkait perbuatan mereka, (karena) memberi minuman keras kepada anak,” kata AKP Laode Arwansyah, Jumat (22/1).

Laode mengungkap, motif AN mencekoki keponakannya yang masih berusia 4 bulan dengan miras jenis bir hanyalah iseng.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Wahyu Tri Cahyono menjelaskan kronologi peristiwa itu bermula saat AN dan kawan-kawannya sedang duduk sambil meminum miras di rumah orang tuanya.

Korban yang berusia empat bulan menangis dan kemudian dihampiri oleh sang paman. Setelahnya, korban digendong dan dibawa ke tempat pelaku meminum miras bersama teman-temannya.

“Sekitar pukul 21.00 WITA, AN menuangkan minuman hemaviton dan bir ke dalam dot lalu meminumkannya kepada anak bayi tersebut sebanyak dua kali,” ucap Wahyu

Di saat yang bersamaan, pelaku MN merekam peristiwa itu dan mengirimnya ke WhatsApp. Video tersebut kemudian viral hingga para tersangka berhasil diringkus oleh pihak kepolisian.

Awalnya, pihak kepolisian mengamankan enam orang. Namun setelah gelar perkara, diketahui hanya empat orang yang benar-benar terlibat dalam aksi tersebut. Dua orang lainnya telah lebih dulu meninggalkan tempat kejadian perkara, sebelum pelaku mencekoki bayi tersebut dengan miras.

Atas perbuatannya, AN dan ketiga tersangka lainnya dijerat Pasal 89 ayat 2 juncto Pasal 76J ayat 2 UU Perlindungan Anak. (EA)