Buaya Muara 2,5 Meter Ditangkap Warga Desa Akhirnya Mati Akibat Mata Pancing

  • Whatsapp
Buaya muara saat hendak dititipkan di penangkaran buaya Asam Kumbang Medan. (6/1/2021). Foto: indiespot.id

indiespot.idLangkat, Seekor Buaya muara yang dianggap telah meresahkan masyarakat Desa Sangga lima, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tepatnya dialiran Sungai Sangga Lima telah berhasil ditangkap pada Selasa, (5/1) sekira pukul 14.30 Wib. Dengan cara memancing buaya dengan umpan bebek, sejak Senin, (4/1). Sekira pukul 22.00 Wib.

Kapolsek Gebang AKP R. Sinaga dalam keteranganya menjelasakan pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat yang menyampaikan bahwa masyarakat desa telah menangkap seekor hewan predator di Sungai.

Bacaan Lainnya

“Masyarkat ada menangkap seekor buaya di Sungai Sangga Lima Kecamatan Gebang, masyarakat memancing buaya tersebut dengan umpan bebek karena sebelumnya masyarakat pernah melihat ada buaya di sekitar Sungai.” sebut AKP R. Sinaga dalam keteranganya (5/1).

Alat Pancing yang digunakan warga desa untuk menangkap Buaya muara di aliran sungai Sangga Lima, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto: (indiespot.id / istimewa)

Selanjutnya, Rabu, (6/1) Buaya muara yang diperkirakan panjang buaya 2,5 meter tersebut diamankan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, setelah itu dibawa ke penangkaran buaya di Asam Kumbang, Medan.

Namum, akibat luka yang sangat parah akhirnya buaya muara mengalami kematian.

Buaya muara mengalami luka robek yang sangat parah pada bagian trakea atau kerongkongan buaya akibat mata pancing pada saat penangkapan. Foto: (indiespot.id / istimewa)

Humas BBKSDA Sumut Teguh Setiawan mengatakan “setelah dilakukan pemeriksaan kematian terhadap buaya yang dititipkan di penangkaran buaya Asam Kumbang Medan. Adapun penyebab kematiannya adalah karena luka robek yang sangat parah pada bagian trakea atau kerongkongan buaya akibat mata pancing pada saat penangkapan, dan diperparah dengan adanya infeksi bakteri dari sisa makanan umpan yg masih berada di trakea yang menyebabkan sepsis (komplikasi berbahaya akibat infeksi).” Kata Teguh (7/1). [e3]