Jokowi: Indonesia Telah Pesan 329,5 Juta Vaksin Corona

  • Whatsapp
Presiden Jokowi (Indiespot.id/Biro Pers Setneg)

Indiespot.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan jika Indonesia telah memesan 329,5 juta dosis vaksin Covid-19 dari sejumlah perusahaan internasional.

“Jumlah total yang telah firm order 329.500.000 vaksin. Hanya pengaturannya nanti akan dilakukan oleh menteri kesehatan,” kata Jokowi dalam Rapat Terbatas Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1).

Bacaan Lainnya

Seperti yang diketahui, 3 juta dosis vaksin Sinovac dari China telah tiba di Tanah Air pada Desember lalu. Jokowi menyampaikan, 122,5 juta vaksin Sinovac akan kembali datang dalam waktu dekat.

Selain Sinovac, lanjut Jokowi, Indonesia juga telah memesan 50 juta dosis vaksin Novavax dari Kanada, 50 juta dosis vaksin Covax dari Gavi, 50 juta dosis vaksin AstraZaneca dari Inggris, dan 50 juta dosis vaksin Pfizer dari Amerika Serikat.

“Saya minta kesiapan-kesiapan kita dalam rangka menuju vaksinasi agar dicek dan dikontrol para gubernur,” ujar Jokowi di rapat terbatas yang dihadiri oleh para menteri Kabinet Indonesia Maju serta diikuti oleh para gubernur melalui melalui telekonferensi video.

Dalam rapat terbatas itu, Jokowi menargetkan hingga Maret 2021 sebanyak 29,55 juta dosis vaksin Covid-19 sudah terdistribusi ke daerah sehingga vaksinasi bisa segera dilaksanakan di daerah.

“Target kita nantinya untuk bulan Januari itu 5,8 juta vaksin harus masuk ke daerah, bulan Februari itu 10,45 juta vaksin harus didistribusikan lagi ke daerah, kemudian Maret 13,3 juta vaksin juga harus terdistribusi,” terangnya.

Presiden menyampaikan, proses vaksinasi akan dimulai pekan depan. Di mana Jokowi akan jadi orang pertama yang disuntik vaksin pada Rabu, 13 Januari mendatang.

Pada hari berikutnya, vaksinasi massal akan digelar di daerah. Pada gelombang pertama vaksinasi, pemerintah akan menyuntik tiga golongan, yaitu tenaga kesehatan, kepala daerah, dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari kampanye vaksin aman.

Presiden pun meminta agar para menteri dan gubernur bekerja keras untuk memastikan 3T (tracing/pelacakan, testing/pemeriksaan, treatment/penanganan) dan 3M (mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dijalankan.

“Karena dari survei yang kita lakukan saat ini motivasi disiplin terhadap prokokol kesehatan di masyarakat berkurang, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan ini berkurang,” katanya.

“Oleh sebab itu saya minta kepada para gubernur agar menggencarkan kembali masalah kedisiplinan protokol kesehatan karena surveinya tadi memang disiplin terhadap protokol kesehatan menurun,” ia menambahkan. (EA)