Resmi! Pemerintah Naikan Cukai Rokok 12,5% Pada 2021

  • Whatsapp
Ilustrasi. (indiespot.id/freepik)

Indiespot.id-Jakarta, Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi menaikkan cukai hasil tembakau atau rokok pada 2021 mendatang. Hal itu dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bahwa kenaikan per sektor industri berbeda-beda. Namun secara rata-rata kenaikan cukai rokok sebesar 12,5%.

“Kita akan menaikkan cukai rokok dalam hal ini sebesar 12,5%,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube Kementerian Keuangan, Kamis (10/12/2020).

Bacaan Lainnya

Seperti yang diketahui, menurut Sri Mulyani menaikkan cukai hasil tembakau ini akan menyebabkan rokok jadi lebih mahal. Atau affordability indeksnya naik jadi 12,2% jadi 13,7% – 14% sehingga rokok makin tidak dapat terbeli.

Sri Mulyani juga menambahkan, kebijakan tersebut dari sisi kesehatan diharapkan akan mengendalikan konsumsi rokok. Menurunkan prevalensi merokok terutama pada anak anak dan perempuan. Prevalensi merokok secara umum dari 33,8% jadi 33,2% pada 2021.

“Prevalensi merokok untuk anak anak usia 10-18 tahun akan tetap diupayakan diturunkan sesuai RPJM. Saat ini 9,1% akan diturunkan di 8,7% pada tahun 2024,” ujarnya.

Berikut rinciannya:

  1. Sigaret putih mesin Golongan I naik sebesar 18,4%.
  2. Sigaret putih mesin Golongan 2A naik sebesar 16,5%.

  3. Sigaret putih mesin Golongan 2B naik sebesar 18,1%.

  4. Sigaret kretek mesin Golongan 1 naik sebesar 16,9%.

  5. Sigaret kretek mesin Golongan 2A naik sebesar 13,8%.

  6. Sigaret kretek mesin golongan 2B naik sebesar 15,4%.

  7. Sigaret kretek tangan tidak berubah atau tidak naik.

(E4)