Bunga Krisan Asal Karo Tembus Pasar Jepang, Ekspor Perdana 25.000 Potong

  • Whatsapp
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan melepas 25.000 potong Bunga Krisan untuk diekspor ke Jepang (Indiespot.id/Istimewa)

Indiespot.id-Belawan. Bunga Krisan asal Karo, Sumatra Utara berhasil menembus pasar ekspor ke Jepang. Pada ekspor perdana ini, Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan melepas 25.000 potong Bunga Krisan, Selasa (24/11).

“Kami mengapresiasi para petani dan eksportir bunga krisan asal Karo, Sumut yang telah mampu menembus pasar ekspor baru. Biasanya Timor Leste yang banyak impor bunga Krisan dari Denpasar dan Kupang. Sekarang bunga krisan asal Sumut dobrak pasar Jepang, ” ujar Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan).

Bacaan Lainnya
25.000 potong Bunga Krisan asal Karo, Sumatra Utara yang siap diekspor ke Jepang (Indiespot.id/Istimewa)

Sebelumnya, kata Jamil, berdasarkan data otomasi sistem IQFAST Barantan di tahun 2018 secara nasional ekspor bunga krisan mencapai 39.175 potong dan tahun 2019 meningkat menjadi 43.569 potong. Sementara di tahun 2020 hingga bulan November meski terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya tapi kita telah membuka pasar baru di Jepang.

“Saya yakin ini akan menjadi peluang yang sangat bagus untuk meningkatkan kembali kuantitas ekspor bunga krisan dari Indonesia,” tambah Jamil.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bunga Krisan asal Karo, Sumatera Utara (Indiespot.id/Istimewa)

Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul, siap untuk mengawal petani dan eksportir bunga krisan di Sumatra Utara dalam memenuhi persyaratan kesepakatan sanitary and phytosanitary di perdagangan internasional.

“Kami siap dampingi petani dan eksportir bunga krisan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah Pandemi saat ini,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan tugas strategis yang diberikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL – red) sebagai upaya peningkatan ekspor melalui program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian atau Gratieks dalam kurun waktu hingga 2024.

Ini sesuatu yang mengembirakan, jelas Hasrul karena pertanian tidak hanya tumbuh secara masif untuk kepentingan ketahanan pangan. Tetapi dengan ekspor komoditas pertanian dapat meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

“Terbukanya pasar Jepang bagi bunga krisan asal Karo menjadi prospek baru untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi masyarakat kita. Karena dari hobi menanam bunga dapat menambah ekonomi keluarga,” tutup Hasrul. (EA)