Korea Selatan Perkenalkan Pembawa Berita Berbasis Artificial Intelligence Pertamanya, Al Kim

  • Whatsapp
Korea Selatan Perkenalkan Pembawa Berita Berbasis Artificial Intelligence Pertamanya, Al Kim (Indiespot.id/MBN News)

Indiespot.id-Medan. MBN, saluran televisi Korea Selatan baru-baru ini memperkenalkan pembawa berita terbarunya. Uniknya, pembawa berita itu bukanlah manusia, melainkan diciptakan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang diberi nama Al Kim.

Saat memperkenalkan diri di siaran pertamanya, AI Kim mengatakan bahwa dirinya sebenarnya berasal dari pembawa berita sungguhan yang juga bekerja untuk MBN bernama Kim Ju-ha. Al Kim diciptakan sedemikian rupa mirip secara penampilan dan suara dengan presenter populer tersebut.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, teknologi yang dikembangkan oleh MBN dalam kemitraan dengan perusahaan produksi kecerdasan buatan, Money Brain ini juga bisa menirukan gerakan kecil yang terkadang dilakukan Kim, seperti mengutak-atik pena saat memberitakan berita.

Pembawa berita Kim Ju Ha dan Al Kim saat menyiarkan berita bersama (Indiespot.id/MBN News)

“Saya diciptakan melalui teknologi deep learning dari berbagai video Kim Ju-ha selama 10 jam. Saya mempelajari detail suaranya, cara dia berbicara, ekspresi wajah, cara bibirnya bergerak, dan cara dia menggerakkan tubuhnya,” kata AI Kim.

“Saya bisa melaporkan berita persis seperti yang dilakukan pembawa berita Kim Ju-ha,” imbuhnya

Selama siaran pada tanggal 6 November, AI itu bahkan berbagi percakapan dengan Kim Ju-ha di kehidupan nyata untuk membandingkan suara mereka, yang tampaknya membuat banyak orang tercengang.

MBN mengungkapkan tujuan membuat pembawa acara buatan berbasis AI itu bukanlah untuk menggantikan pekerjaan manusia sepenuhnya. Presenter AI digunakan untuk membawakan berita dalam keadaan darurat seperti bencana alam karena bisa terjadi kapan saja.

Perusahaan juga mengharapkan penggunaan AI i memungkinkan stasiun berita mereka menyiarkan berita setiap hari selama 24 jam non stop. Serta teknologi baru ini dapat membantu memangkas biaya tenaga kerja dan produksi. (EA)

Pos terkait