4 Tanda Kamu Sudah Terjerumus dalam Toxic Relantionship

  • Whatsapp

Indiespot.id-Medan. Jatuh cinta lalu patah hati merupakan fase hidup yang dijalani hampir setiap orang sebelum menemukan cinta sejatinya. Terasa berat diawal, namun sangat melegakan saat kita berhasil melalui masa-masa itu.

Kita rela berkorban apa saja demi pasangan jika sudah cinta. Namun terkadang tanpa disadari kita telah dimanipulasi oleh pasangan sendiri dan terjerumus dalam toxic relantionship.

Bacaan Lainnya

Menurut Ellen Nguyen dalam tulisannya bertajuk “If You Experience These 4 Signs with Your New Partner, Run,” ada 4 tanda kita telah menjalani toxic relantionship. Apa saja?

1. Tidak Merasa Hubunganmu ‘Normal’

Normal di sini berarti sejalan dengan nilai dan cara pandangmu dalam hidup. Dalam suatu hubungan wajar jika terdapat perbedaan dan kamu saling menyesuaikan. Namun jika kamu rasa itu sudah tidak ‘normal’ dan malah mengubahmu menjadi pribadi yang lain, ada baiknya kamu berpikir ulang karena kamu akan lebih banyak menderita nantinya.

2. Merasa Gelisah Didekatnya

Bukankah sudah seharusnya kita merasa nyaman berada di dekat pasangan? Jika kamu malah merasa gelisah, berarti ada yang dipertanyakan dalam hubungan asmara yang dijalani.

Kegelisahan seakan pertanda ada informasi penting yang seharusnya kita ketahui atau penuhi. Misalnya, kamu merasa gelisah jika pasangan sering berkirim pesan dengan lawan jenis. Mungkin kamu dapat mengatasi hal itu dengan mengabaikannya, namun lama-kelamaan kamu hanya akan merasa asing dengan hubunganmu sendiri.

3. Asing Terhadap Diri Sendiri.

Hal ini biasanya terjadi jika kamu sudah terlalu terikat dalam toxic relationship. Hubungan seperti ini sering diawali dengan cara yang menawan sehingga kamu dengan cepat terpikat oleh pasangan.

Kamu merasa sudah terikat satu sama lain. Jika ada yang salah, kamu tidak bisa jujur dengan diri sendiri dan mundur selangkah. Kamu menahan mengungkapkan yang sebenarnya dalam benakmu demi mempertahankan hubungan. Akhirnya, kamu menjadi pasif dan asing dengan dirimu sendiri.

4. Banyak Manipulasi.

Sebagian orang memilih merahasiakan kehidupan pribadinya dengan alasan privasi. Tapi kalau kamu juga ragu menceritakan tentang masalah hubunganmu dengan pasangan kepada orang terdekatmu apalagi keluarga dengan anggapan mereka tidak akan mengerti, mungkin kamu sudah banyak dimanipulasi oleh pasangan.

Kamu mungkin berada di bawah pengaruh bias kognitif dan persepsi jika hubunganmu akan menjadi kacau jika berbagi dengan orang lain, sehingga kamu tidak bisa membedakan yang benar dan yang salah dengan jelas. Ada elemen rasa malu dan pembenaran diri dalam keraguanmu untuk berbagai masalah hubungan dengan pihak lain.

Bagaimana? Ada dari 4 tanda tersebut di hubunganmu? Jika iya, ada baiknya kamu memikirkan ulang mengenai hubunganmu. Bagaimanapun kamu harus memprioritaskan kesejahteraan dirimu. Kamu bisa berkomunikasi dengan orang terdekatmu dan memikirkan langkah terbaik, apakah mempertahankan atau meninggalkan?

Mungkin ini waktunya kamu menenangkan dirimu dan merasakan efek positifnya di kemudian hari. Semangat! (EA)