Kisah Pilu Pebetor Asal Medan, Divonis Mati Usai Terbukti Miliki 52 Kg Sabu

  • Whatsapp
Ilustrasi. (indiespot.id/freepik)

Indiespot.id-Medan, Zulkifli (44) seorang penarik becak bermotor (Pebetor) asal Kota Medan, kini harus pasrah menerima kenyataan pahit, usai dirinya dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Medan, pada Rabu (22/10).

Zulkifli telah terbukti dipersidangan menjadi seorang kurir sabu 52 kg, saat ditangkap pada 10 Desember 2019 silam. Dalam amar putusanya hakim menilai perbuatan Zulkifli melanggar pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Bacaan Lainnya

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Zulkifli dengan pidana mati,” ujar majelis hakim yang diketuai Saidin Bagariang, melalui sidang yang digelar lewat video conference.

Pada nota putusan, majelis hakim mengatakan yang menjadi pemberatan terdakwa, karena kasus tersebut bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas narkoba.

“Hal yang meringankan terdakwa tidak ditemukan,” ujar Saidin.

Putusan hakim sama dengan tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni hukuman mati. Menyikapi keputusan itu, baik jaksa dan terdakwa mengatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, kisah penangkapan Zulkifli berawal pada Desember 2019 lalu. Dia ditangkap BNN saat hendak menyerahkan sabu dengan mengendarai betornya. Sabu itu, rencananya diberikan ke seseorang bernama Alwi, yang kini masih buron.

Lalu dari dalam jok betor terdakwa ditemukan sabu seberat 2 Kg. Selanjutnya dari pengembangan terdakwa mengaku masih menyimpan puluhan kg sabu lainnya, di rumahnya Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. 

Puluhan kg barang haram lainnya, juga ditemukan di dalam rumah terdakwa, seperti di bawah tempat tidur dan dibagian tengah rumah.dan serta menemukan 20 bungkus Teh China Guanyinwang berisi sabu seberat 2.080 gram.

Tak sampai disitu, BNN juga mengeledah bagian lemari pakaian Zulkifli dan berhasil menemukan 28 bungkus kemasan teh berisi sabu. Adapun total keseluruhan jumlah sabu, yakni seberat 52.040 kg. (E4)