Polda Metro Jaya Tolak Laporan Relawan Jokowi Bersatu terhadap Najwa Shihab

  • Whatsapp
Najwa Shihab (Indiespot.id/Instagram: najwashihab)

Indiespot.id-Jakarta. Laporan Relawan Jokowi Bersatu terhadap Najwa Shihab terkait aksi wawancara monolog yang diduga perundungan terhadap Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ditolak Polda Metro Jaya.

Polda Metro jaya menolak laporan tersebut karena ini merupakan kewenangan Dewan Pers. Pihak kepolisian mengatakan, pelapor harus membahas kasus tersebut bersama Dewan Pers terlebih dahulu.

Bacaan Lainnya

Menanggapi kasus ini, Nana sapaan akrab Najwa Shihab mengungkapkan jika dirinya siap memberikan keterangan jika memang dibutuhkan oleh pihak berwajib yang memiliki kewenangan atas hal tersebut.

“Jika memang ada keperluan pemeriksaan, tentu saya siap memberikan keterangan di institusi resmi yang mempunyai kewenangan untuk itu,” ujar Nana.

https://www.instagram.com/p/CGAEpJTDl9z/?utm_source=ig_web_copy_link

Nana menjelaskan, aksi monolog itu diniatkan untuk mengundang pejabat publik terkait, yakni Menteri Kesehatan Terawan guna menjelaskan kebijakan-kebijakannya terkait pandemi Covid-19.

Menurutnya, Bukan hanya di Mata Najwa saja, dari waktu ke waktu semakin banyak pihak yang mempertanyakan ihwal kehadiran dan proporsi Menter Kesehatan Terawan dalam menangani kasus Covid-19.

“Faktor-faktor itulah yang mendorong saya membuat tayangan yang muncul di kanal Youtube dan media sosial Narasi,” jelasnya.

Sementara itu, dia menilai media massa perlu menyediakan ruang untuk berdiskusi dan mengawasi kebijakan-kebijakan publik.

“Pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan juga berasal dari publik, baik para ahli/lembaga yang sejak awal concern dengan penanganan pandemi maupun warga biasa,” ujarnya.

Nana pun menambahkan treatment ‘kursi kosong’ itu memang belum pernah dilakukan di Indonesia, tapi lazim di negara yang punya sejarah kemerdekaan pers yang cukup panjang.