Buruh Bakal Mogok Nasional 3 Hari Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja

  • Whatsapp
Ilustrasi. (indiespot.id/freepik)

Indiespot.id-Jakarta, Serikat Pekerja sepakat untuk melakukan aksi mogok nasional sebagai bentuk penolakan terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Terhitung mulai 6 Oktober hingga 8 Oktober 2020, saat sidang paripurna.

Dikutip dari detikcom, Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan dalam aksi mogok nasional nanti, pihaknya akan menghentikan proses produksi. Di mana para buruh akan keluar dari lokasi produksi dan berkumpul di lokasi yang telah ditentukan masing-masing serikat.

Bacaan Lainnya

“Mogok nasional rencananya akan diikuti kurang lebih 5 juta buruh di ribuan perusahaan yang tersebar di 25 provinsi dan 300 kabupaten/kota. Melibatkan beberapa sektor industri,” ujar Iqbal.

Iqbal menambahkan, aksi mogok nasional ini dilakukan sebagai bentuk protes buruh terhadap pembahasan RUU Cipta Kerja yang dinilai lebih menguntungkan pengusaha. Misalnya dibebaskannya penggunaan buruh kontrak dan outsourcing di semua jenis pekerjaan dan tanpa batasan waktu, dihilangkannya Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK), hingga pengurangan nilai pesangon.

Adapun sasaran aksi buruh adalah Istana Negara, Kantor Menko Perekonomian, Kantor Menteri Ketenagakerjaan, dan DPR RI. Sedangkan di daerah, aksi akan dipusatkan di kantor Gubernur atau DPRD setempat.

Seperti yang diketahui, sidang paripurna yang disebut akan mengesahkan RUU Cipta Kerja digelar pada 8 Oktober 2020 mendatang. Puluhan ribu buruh se-Jawa juga direncanakan akan melakukan demonstrasi di Gedung DPR RI selama berlangsungnya sidang paripurna. (E4)