Indiespot.id-Medan, Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria lari tanpa busana keluar dari dalam hotel, viral di jagat maya, belum lama ini.
Video yang berdurasi 3 menit lebih tersebut, terlihat sejumlah warga berkumpul di depan hotel sembari teriak. Sementara itu, pria bugil tersebut sedang ditanyai warga.
Pria itu mengaku sedang diperas dua orang transpuan dari dalam hotel, adapun pakaiannya dirampas paksa untuk dibuka.
Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing membenarkan, kejadian itu terjadi, pada Kamis (28/5), pukul 22.30 WIB. Pria lari tanpa busana itu merupakan warga Medan berinisial AAD.
Martuasah menjelaskan kejadian bermula saat AAD berkenalan dengan wanita bernama W melalui aplikasi chatting, MI Chat. Keduanya lalu sepakat untuk berkencan dan bertemu di sebuah hotel di Kelurahan Sekip, Medan Petisah, Kota Medan.
Diketahui saat berada di kamar hotel, AAD bertemu dengan transpuan berinisial Z yang ternyata sudah berada di kamar mandi. Setelah itu Z keluar dan membuka pintu hotel lalu memanggil seorang teman transpuan lainnya untuk masuk.
“Kemudian masuklah satu orang waria lagi ke kamar tersebut,” ujar Martuasah, Minggu (31/5).
Martuasah menambahkan, adapun transpuan lainnya berinisial B, juga turut masuk ke kamar dan mengambil barang milik AAD, mulai dari pakaian, tas, ponsel serta kunci sepeda motornya. AAD lantas memohon ke B agar mengembalikan barang miliknya.
“Disitu B mengancam AAD dengan mengatakan kau bayar dulu Rp 5 juta kalau gak kugorok kau,” ujar Martuasah.
Mendengar ancaman B, lantas AAD ketakutan. Tanpa pikir panjang ia langsung lari ke luar hotel tanpa busana. Warga yang mendengar teriakan AAD lantas menghampiri dan menanyakan kejadian sebenarnya.
“(Lalu) AAD mengaku dirampok di kamar 305. Warga langsung masuk hotel menuju kamar 305 dan menemukan 3 orang di kamar tersebut. Warga pun marah dan meminta pakaian dan tas AAD dikembalikan,” ujar Martuasah.
Ketiga orang yang diduga memeras AAD lalu dibawa ke lobi hotel. Selanjutnya polisi yang menerima laporan datang ke hotel.
Kata Martuasah dalam insiden ini tidak ada yang ditahan, ke dua belah pihak sepakat untuk berdamai.
“Surat pernyataan itu disertai dengan materai Rp 6.000 dan ditandatangani 7 orang saksi,’’ tutup Martuasah. (E4)






