Pihak PT Waruna Shipyard Indonesia angkat bicara terkait terjadinya kebakaran Kapal Tanker Jeg Leela yang berada di galangan kapal miliknya. Pengelola menduga penyebab kebakaran akibat korsleting listrik saat perbaikan kapal.
“Dugaanya arus pendek, jadi menimbulkan api setelah arus pendek,’’ ujar General Affair PT Waruna, Ardiansyah, Selasa (12/5).
Saat kebakaran, kata Ardiansyah, para pekerja sedang melakukan pengelasan di lantai kapal, namun ia belum bisa memastikan sumber api berasal dari mana. Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan investigasi, mengapa api begitu mudah membesar.
Ardiansyah juga menepis adanya isu yang mengatakan bahwa sering terjadi ledakan saat perbaikan kapal, kata dia musibah ini baru kali pertama terjadi. Selain itu dia juga memastikan tidak ada sisa minyak di dalam kapal yang diduga menjadi pemicu kebakaran besar.
“Sudah sudah bersih (dari minyak),’’ ujar Ardiansyah.
Kepada keluarga yang menjadi korban Ardiansyah mengaku akan memberikan biaya santunan berupa biaya penguburan hingga pengurusan asuransi kecelakaan. Saat kebakaran kata dia ada sekitar 60 pekerja yang berada di kapal.
Menurutnya, seluruhnya telah berhasil dievakuasi, sebab tidak ada lagi laporan dari pihak keluarga tentang keluarga yang hilang pasca kebakaran kapal.
“Total pekerja, saya belum tahu, saya kira 60 orang. Ada dari karyawan sendiri ada dari pihak ketiga, yang jadi korban fivety fivety. (lalu) kru kapal satu orang,’’ ujarnya.
Sebelumnya Kapal MT. Jag Leela yang sedang dalam perbaikan, meledak di Galangan kapal PT Waruna Kelurahan Bagan Deli Kota Medan, Senin (11/5). Atas musibah itu 7 orang meninggal dan 22 orang lainnya mengalami luka-luka. (E4)






