Misi Tiga Poin Terakhir: PSMS Medan Kejar Posisi Lima Besar Sebelum Putaran Ketiga

  • Whatsapp

Indiespot,id – Perjuangan PSMS Medan di putaran kedua Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 memasuki fase paling krusial.

Kekalahan 1-2 dari Garudayaksa FC pada laga sebelumnya menjadi pukulan telak yang membuat langkah “Ayam Kinantan” menuju putaran ketiga kian menanjak.

Kini, PSMS tak punya ruang untuk terpeleset. Jumat malam (30/1/2026), mereka akan menjamu Bekasi City FC di Stadion Utama Sumatera Utara dalam laga yang layak disebut sebagai final mini.

Tiga poin menjadi harga mati jika PSMS ingin menjaga asa finis di lima besar klasemen.

Situasi PSMS memang belum ideal. Tim kebanggaan Kota Medan itu kini berada di peringkat keenam klasemen sementara, terpaut satu poin dari Persiraja Banda Aceh yang duduk di posisi kelima.

Sementara lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Bekasi City FC saat ini kokoh di peringkat keempat dengan koleksi poin yang relatif aman.

Meski berada di bawah tekanan, optimisme tetap dijaga di kubu PSMS. Pelatih kepala Eko Purdjianto menegaskan timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh, terutama menyangkut persoalan kehilangan fokus di menit-menit krusial yang kerap merugikan tim.

“Evaluasi, termasuk masalah kehilangan fokus di menit krusial, sudah kami antisipasi. Secara kesiapan, semua pemain siap berkontribusi penuh,” ujar Eko saat konferensi pers di Ruang Media Center, Kamis (29/1/2026).

Namun, PSMS masih harus kehilangan satu pemain. Eko memastikan Barata belum bisa diturunkan karena masih dalam proses pemulihan cedera.

“Hanya Barata yang tidak bisa tampil besok. Alhamdulillah kondisinya mulai membaik, tapi masih butuh waktu untuk pulih sepenuhnya,” tambahnya.

Kabar positif datang dari kehadiran pemain anyar, Antoni. Eko mengonfirmasi bahwa sang pemain telah bergabung bersama tim dan akan dipantau dalam sesi latihan terakhir jelang pertandingan.

“Sore ini masih ada waktu latihan. Kita lihat nanti perkembangannya,” ucap Eko, yang didampingi pemain PSMS, Ari Maring.

Maring sendiri menyuarakan optimisme dari ruang ganti. Ia menegaskan kesiapan mental seluruh pemain untuk menuntaskan misi tiga poin di kandang.

“Saya dan teman-teman sudah siap. Setiap pertandingan jadi bahan evaluasi. Target kami jelas, menang dan dapat tiga poin,” tegasnya.

Kemenangan atas Bekasi City menjadi sangat vital karena secara matematis laga ini merupakan kesempatan terakhir PSMS untuk merebut posisi lima besar sebelum putaran kedua berakhir.

Regulasi Pegadaian Championship musim ini menerapkan sistem triple round robin, di mana posisi akhir putaran kedua berpengaruh besar pada format putaran ketiga.

Tim peringkat 1–5 akan mendapatkan keuntungan jadwal dengan format lima laga kandang dan empat tandang. Sebaliknya, tim peringkat 6–10 harus menjalani jadwal lebih berat dengan empat laga kandang dan lima tandang.

Selain wajib menang, PSMS juga berharap Persiraja Banda Aceh gagal meraih kemenangan saat menjamu PSPS Pekanbaru. Jika skenario itu terjadi, PSMS berpeluang naik ke peringkat lima dengan keunggulan agregat head-to-head.

Malam Jumat nanti, Stadion Utama Sumatera Utara akan menjadi panggung pertaruhan nyali, strategi, dan determinasi. Di satu sisi, Bekasi City datang untuk mengamankan posisi di papan atas. Di sisi lain, PSMS Medan bertarung demi masa depan mereka di putaran ketiga—sebuah laga hidup mati yang tak boleh disia-siakan. (Sgh)

 

Pos terkait