Pemerhati Pembangunan Infrastruktur Sumatra Utara, Erick L Tobing Pertanyakan Kebersihan dan Pengelolaan Lapangan Merdeka Medan

  • Whatsapp

Indiespot,id Medan – Sejumlah warga Kota Medan menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi Lapangan Merdeka Medan yang dinilai kurang terawat, meski proyek revitalisasinya menelan anggaran ratusan miliar rupiah.

Ruang publik bersejarah yang berada di jantung Kota Medan itu dinilai belum mendapatkan perhatian maksimal dari pihak pengelola, terutama terkait kebersihan dan pemeliharaan fasilitas.

Pemerhati Pembangunan Infrastruktur Sumatra Utara, Erick L Tobing, turut menyoroti kondisi tersebut. Saat berkunjung bersama keluarganya untuk berolahraga, ia menilai perawatan Lapangan Merdeka tidak mencerminkan biaya revitalisasi yang sangat besar.

“Ini bukan sekadar lapangan biasa, tapi simbol kebanggaan warga Medan. Sudah mahal dibangun, tapi tak terawat,” ujarnya.

Revitalisasi Bernilai Fantastis

Revitalisasi Lapangan Merdeka merupakan program strategis Pemerintah Kota Medan untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang terbuka hijau, ruang publik, sekaligus cagar budaya. Proyek ini berjalan sejak 2022 melalui skema kontrak multiyears dengan total nilai sekitar Rp497 miliar.

Anggaran tersebut mencakup pembangunan basement dua lantai, area parkir, museum, galeri seni, panggung rakyat, perbaikan drainase, tata cahaya, serta pengembangan ruang terbuka hijau. Pada tahap awal tahun 2022, dana sekitar Rp91 miliar dialokasikan untuk proses penggalian basement, sebelum kemudian dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

Lapangan Merdeka resmi dibuka kembali untuk publik pada 19 Februari 2025, di masa akhir jabatan Wali Kota Medan saat itu, Bobby Nasution. Saat peresmian, proyek ini disambut optimistis karena diharapkan mampu menghidupkan aktivitas sosial dan ekonomi warga, termasuk sektor UMKM.

Keluhan Warga Bermunculan

Namun seiring waktu, keluhan masyarakat mulai terdengar. Selain masalah kebersihan fasilitas, sebagian warga juga menyoroti ketertiban parkir di sekitar kawasan yang masih diwarnai keberadaan juru parkir liar. Hal ini dinilai mengurangi kenyamanan pengunjung, meski tarif resmi parkir sudah diatur melalui Perda.

Erick menegaskan, pengelolaan ruang publik harus menjadi perhatian serius pemerintah.

“Lapangan ini seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan membanggakan bagi warga, bukan contoh minimnya pengelolaan fasilitas publik,” ucapnya.
Ia pun berharap Wali Kota Medan saat ini, Riko Waas, dapat menindaklanjuti persoalan tersebut.

Respons Pemerintah Belum Disampaikan

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kota Medan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait keluhan warga mengenai perawatan Lapangan Merdeka. Meski demikian, pemerintah sebelumnya berulang kali menegaskan komitmennya menjadikan kawasan ini ruang terbuka hijau dan pusat interaksi sosial masyarakat.

Ruang Publik Bersejarah

Lapangan Merdeka memiliki nilai sejarah penting bagi warga Medan. Kawasan ini telah lama menjadi pusat kegiatan masyarakat dan saksi perjalanan kemerdekaan Indonesia di Sumatera Utara.

Karena itu, masyarakat berharap revitalisasi berbiaya besar tersebut tidak hanya menghasilkan bangunan megah, tetapi juga pengelolaan berkelanjutan agar Lapangan Merdeka tetap bersih, aman, dan nyaman digunakan lintas generasi. (Sgh)

Pos terkait