INDIESPOT.ID MEDAN – Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatra Utara dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatra Utara menyepakati kolaborasi strategis untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan perempuan.
Kesepakatan ini terjalin dalam audiensi yang berlangsung di Kantor OJK Sumut, Jalan Gatot Subroto, Medan, pada Kamis (5/6/2025).
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien beserta tim, yang menerima kedatangan Ketua FJPI Sumut Khairunnisak Lubis dan jajaran pengurus.
Pertemuan ini menjadi ajang bagi FJPI Sumut untuk menyampaikan visi dan misi organisasi sebagai wadah independen yang fokus pada isu-isu perempuan, khususnya di bidang ekonomi.
Ketua FJPI Sumut, Khairunnisak Lubis, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus perempuan yang terjerat pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) di Sumatra Utara.
“Kami selaku organisasi perempuan yang inklusif, prihatin dengan banyaknya perempuan yang terjerat pinjaman online, khususnya di Sumatra Utara,” ujarnya.
Nisa menambahkan bahwa perempuan di Indonesia tidak hanya mendominasi jumlah pengguna pinjol, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab yang tinggi dalam pembayaran. Meski begitu, tingginya keterlibatan ini juga mengindikasikan perlunya peningkatan literasi keuangan dan perlindungan terhadap praktik pinjol ilegal.
Menanggapi hal tersebut, Khoirul Muttaqien menyatakan kesiapan OJK Sumut untuk berkolaborasi dengan FJPI Sumut. Beliau menjelaskan bahwa OJK telah aktif menghelat seminar dan pelatihan literasi keuangan yang menyasar perempuan, termasuk ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebagai bentuk keseriusan dalam pemberdayaan ekonomi perempuan.
Muttaqien juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pengelolaan keuangan keluarga dan komunitas.
Menurutnya, edukasi keuangan yang diberikan kepada perempuan cenderung lebih efektif dan cepat menyebar.
Hal ini karena perempuan sering menjadi pengelola keuangan rumah tangga dan memiliki jaringan komunikasi yang luas dalam komunitas mereka.
Untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan, OJK Sumut juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan lembaga keuangan.
Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan memberdayakan perempuan sebagai agen perubahan dalam komunitas dan lingkungan mereka.
Melalui berbagai inisiatif ini, OJK Sumut berkomitmen untuk memberdayakan perempuan dalam mengelola keuangan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Di akhir pertemuan, Muttaqien juga mengimbau masyarakat, khususnya perempuan yang berperan sebagai manajer keuangan rumah tangga, untuk menerapkan gaya hidup sederhana.
“Upayakan bergaya sesuai kemampuan, tidak berlebihan, yang dapat berefek buruk bagi kehidupan. Karena hidup yang demikian dapat membuka celah pada pinjaman online, dan terjerat di dalamnya,” pesannya mengakhiri pertemuan singkat tersebut. (Sgh)






