Sebar Kebencian di Medsos, Pria di Toba Dijerat Undang Undang ITE

  • Whatsapp
Tersangka menyerahkan diri ke Polres Toba. (Istimewa)

INDIESPOT.ID, Kabupaten Toba – Video yang menyebutkan seorang pria bernama Lukman Dolok mengunggah ujaran kebencian di media sosial viral di media sosial. Di video Lukman menyinggung perang antara Palestina dan Israel.

Dia meminta negara Israel segera membombardir rumah Sakit Indonesia di jalur Gaza, Palestina.

Bacaan Lainnya

“Habisi saja Rumah Sakit Indonesia, Kaum Palestina lebih baik kau mati bunuh diri, dari Israel bunuh kamu, sedikit-sedikit, kamu apa ke agama. Habisi muslim itu, semua,” ujar Lukman di video yang beredar

Tidak sampai di situ dia juga meminta Israel untuk membantai umat Muslim di Palestina. Termasuk warga Indonesia yang ada di sana.

“Hai kaum Israel, bantai semua itu. Baik, Indonesia yang ada disana, bunuh semua. Indonesia terlalu banyak komentar, kalau perlu kasih bom Indonesia, di Jakarta sana. Kamu pikir rumah sakit disana (Palestina), disini aja banyak yang tidak mampu berobat. Bantai orang Indonesia yang di Palestina sana,” ujar Lukman

Unggahan Lukman ini pun mendapat berbagai kecaman dari masyarakat, polisi juga menyelidiki keberadaannya. Ternyata identitasnya beralamat di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Dari hasil kordinasi antara Polda Sumut dan Papua ternyata Lukman sedang berada di Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Atas perbuatannya, keluarganya yang di Toba lalu menyerahkannya ke Polres Toba, Minggu (26/11/2023).

” (Lukman) Diantar oleh kakaknya untuk menyerahkan diri ke Polres Toba. Kita tahu, keluarga meminta LDS (Lukman) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi di Mapolda Sumut, Senin (27/11/2023).

Dari hasil interogasi Lukman mengaku membuat video itu di sebuah warung di kawasan Desa Doloksaribu, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, Sabtu (25/11/2023). Dia kemudian mengunggah video itu ke akun Snack Video miliknya.

Saat ini Lukman ditahan di Mapolda Sumut dia telah ditetapkan menjadi tersangka ujaran kebencian. Dia dijerat dengan Pasal 156a KUHPidana tentang ujaran kebencian dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sedangkan untuk motif perbuatannya, kata Agung polisi masih menyelidikinya. pihaknya melibatkan saksi ahli pidana dan bahasa dalam melakukan penyidikan.

“Nanti kita sampaikan, setelah kita lengkapi,” pungkasnya. (Dim)

Pos terkait