INDIESPOT.ID, Tebingtinggi – Penyebab kematian siswi SMA yang ditemukan di sebuah gudang pengolahan aspal yang berada di Jalan Dr Hamka, Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis, pekan lalu berhasil diungkap polisi.
Siswi SMA berusia 17 tahun tersebut dibunuh pamannya sendiri bernama Isramadan alias Madan (37).
Kasi Humas Polres Tebingtinggi, AKP Agus Arianto menjelaskan, korban dibunuh lantaran melawan saat hendak disetubuhi pelaku.
“Pelaku hendak menyetubuhi korban, karena korban memberikan perlawanan meronta dan berteriak sehingga pelaku mencekik korban,” kata AKP Agus, Selasa 30 Agustus.
Usai menemukan jasad siswi SMA tersebut, AKP Agus menyebut pihaknya bersama Unit Jatanras Polda Sumut langsung melakukan penyelidikan.
Kemudian setelah melakukan penyelidikan, tim gabungan menemukan titik terang bahwa pelaku pembunuhan tersebut berada di Kelurahan Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
“Kemudian tanggal 28 Agustus sekira pukul 23.00, petugas berhasil mengamkan seorang pelaku yang sedang duduk di dalam kamar sebuah warung nasi,” jelasnya.
Setelah diamankan, petugas lalu melakukan pengembangan dengan mencari gunting yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.
“Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Markas Polres Tebingtinggi untuk dilakukan penyidikan,” ujarnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 80 ayat (3) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun.
Sebelumnya, warga Kampung Bicara Ujung, Jalan Dr Hamka dibuat geger dengan penemuan jasad seorang wanita tanpa identitas di sebuah gudang pengolahan aspal, Senin 22 Agustus, pagi.
Menurut keterangan seorang saksi Rajab (53), dirinya mendengar ada yang berteriak tentang temuan mayat tepatnya di runtuhan bangunan bekas gudang aspal.
“Selanjutnya Rajab beserta saksi Sukardi (54) seorang pedagang minyak eceran warga setempat melihat ke TKP bahwa memang benar ada sesosok mayat, kemudian mereka menelepon pihak Polsek Rambutan,” sebut AKP Agus. (Satria)






