Sidang Dokter G, PN Medan Dikelilingi Karangan Bung

  • Whatsapp
Karangan bunga dari berbagai organisasi berjejer di pelataran PN Medan. (Istimewa)

INDIESPOT.ID, Medan – Sidang dakwaan kasus dugaan penyuntikan vaksin kosong yang dilakukan dokter G atau Gita akan digelar Selasa, 21 Juni di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Jelang persidangan itu, terlihat banyak karangan bunga dari berbagai organisasi berjejer di pelataran PN Medan. Karangan bunga itu memuat dukungan kepada dokter G.

Bacaan Lainnya

Pengacara dokter G, Rediyanto Sidi, saat dikonfirmasi menjelaskan karangan bunga itu sebagai bentuk dukungan untuk kliennya.

“Saya kira, ini bentuk solidaritas dan spontanitas. Menurut kita adanya dugaan peristiwa yang menimpa dokter umum adalah dokter G, ini membuktikan bahwa dokter bukan musuh masyarakat, bukan musuh lembaga manapun,” ujar Rediyanto kepada wartawan, Selasa, 21 Juni.

Dia juga menjelaskan, dukungan ini sebagai bukti bahwa dokter adalah pahlawan dalam proses vaksinasi.

“Saya kira harapan yang tertuang, dalam papan bunga agar dokter G bisa terbebas dari segala hukuman yang akan bergulir di PN Medan khusunya dari dakwaan, hingga tuntutan,” katanya.

Redyanto juga mengatakan papan bunga itu berasal dari berbagai organisasi profesi maupun masyrakat umum di Indonesia.

“Saya dapat informas bergulir se Indonesia kita melihat dari persatuan dokter umum Sulawesi Tenggara, jadi ini menjadi perhatian seluruh dokter se-Indonesua makannya solidaritas ini adalah spontanitas untuk mendukung agar dokter G dibebaskan,” ucapnya.

Diketahui, perkara ini bermula dari viralnya video vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun di SD Wahidin, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumut, pada 17 Januari 2022.

“Dokter G dikenakan Pasal 14 Ayat 1 UU No 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, sudah ditetapkan tersangka dan sudah dipanggil oleh penyidik sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu, 16 Februari.

Dokter G sempat meminta maaf. Namun, dia kemudian menyangkal menyuntikkan vaksin kosong. Menurutnya, dia telah melakukan vaksinasi sesuai prosedur. Dia mengambil jarum suntik (spuit) yang dia yakini sudah diisi cairan vaksin oleh sejawatnya, yaitu perawat W. (Satria)

Pos terkait