INDIESPOT.ID, Medan – Kebanyakan orang kalau lagi patah hati biasanya akan mendengar lagu-lagu galau sembari menjiwai lirik-liriknya. Bahkan ada juga yang mencari teman-teman senasib di akun-akun motivasi galau, kemudian ikut mengadu di kolom komentar dan membagikan unggahan tersebut. Entah kenapa hal semacam ini membuat patah hati jadi makin syahdu untuk dinikmati.
Tapi kalau kami ingin cara yang berbeda dalam ‘menikmati’ patah hati atau sekadar butuh menyelami kisah-kisah orang yang jatuh cinta kemudian dipatahkan, kamu bisa mendapatkannya dengan membaca buku. Ada banyak buku yang bisa kamu baca terkait patah hati. Mau tahu apa aja? Beberapa buku populer berikut cukup ringan dan seru untuk dibaca baik buat kamu yang sedang patah hati atau sekadar butuh hiburan dengan menyimak kisah-kisah orang yang jatuh cinta lalu patah hati. Simak deh!
1. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
Buku karya Puthut EA ini berkisah tentang seseorang yang mengalami pertemuan dan perpisahan silih berganti. Namun nggak juga menemukan pelabuhan terakhirnya. Bisa banget kalau buku ini kamu jadikan refleksi atau sekadar hiburan dengan menyelami kisah yang sama seperti yang sedang kamu rasakan sendiri. Nah, selain berbicara soal patah hati, buku ini juga mengisahkan tentang penantian terhadap impian-impian. Kamu akan diajak menyelami kisah yang menyesakkan, kemudian diajari penerimaan hingga pada titik bisa mengikhlaskan semua hal yang telah membuat patah dan terjatuh.
2. The Book of Almost
Pernah nggak kamu jatuh cinta dengan tulis tapi cintamu justru nggak terbalaskan alias bertepuk sebelah tangan? Kalau iya buku ini adalah tentang kamu. Tapi kalau kamu nggak pernah mengalami atau ingin tahu isi hati orang-orang yang cintanya bertepuk sebelah tangan, coba baca The Book of Almost karya Brian Krisna ini. Seperti judulnya, buku ini mengisahkan orang yang jatuh cinta tapi segala yang ia dapatkan hanya sekadar ‘hampir’, seperti hampir memiliki, hampir bersama, dan hampir bahagia.
Buku ini berisi catatan kecil, puisi pendek dan surat-surat yang tak sampai alamat. Kesemuannya adalah tentang ungkapan orang yang patah hati karena orang yang dicintainya memilih bahagia dengan yang lainnya. Saat kamu membaca The Book of Almost, kamu akan merasa seperti sedang mendengarkan orang yang patah hati, sedang mengungkapkan isi perasaan yang sesungguhnya.
3. Mencintai (untuk) Patah Hati
Buku ini berisi kumpulan senandika yang menceritakan orang-orang yang berusaha mencintai dengan baik dan tulus, kemudian dipatahkan, sehingga harus berjuang menerima luka kemudian bersusah payah menyembuhkan dirinya sendiri supaya bisa membuka hati kembali. Buku karya Stefani Bella menjelaskan bahwa jatuh cinta harus sepaket dengan kesiapan diri untuk patah hati, sama seperti judulnya ‘Mencintai (untuk) Patah Hati’. Buku ini cukup ringan dibaca kok, menghibur dan juga menghangatkan. Apalagi nggak hanya soal patah hati, tapi juga bagaimana tokohnya bisa menerima keadaan dan berdamai dengan luka dan dirinya sendiri.
2. Waktu untuk Tidak Menikah
Buku ini berisi kumpulan cerpen yang akan mengajakmu menyelami peliknya permasalahan perempuan usia 20-an. Tentang bagaimana perempuan di usia dewasa harus menghidupi impian-impian, mereka jatuh cinta, tapi kemudian dipatahkan oleh berbagai macam keadaan. Ada yang cintanya bertepuk sebelah tangan, ada yang ditinggalkan tanpa kabar, ada pula yang memilih mematahkan hatinya sendiri demi orang lain.
Buku ‘Waktu untuk Tidak Menikah’ karya Amanatia Junda ini recommended banget untuk dibaca para perempuan muda. Karena kisah-kisah tokohnya akan mengajarkan bagaimana hidup akan mengalir ke segala arah tanpa bisa dicegah, tapi tetap bisa dijalani dengan atau tanpa kebijaksanaan sekalipun.
5. Semoga Lekas Lega
Buku karya Faisal Syahreza ini seperti mengingatkan pembacanya akan hal-hal yang membuatnya patah hati, kemudian mengajarkan bagaimana cara menyembuhkan lukanya sendiri. Katanya buku ini nggak akan membuat orang jadi setia, tapi mungkin lebih percaya kalau nggak setia bisa bikin terluka. Selain itu juga nggak akan membuat orang jadi tulus, tapi setidaknya bisa berpikir supaya diri sendiri lebih keurus.
Nah, itu dia rekomendasi buku tentang orang-orang yang jatuh cinta kemudian patah hati. Buku-buku itu nggak hanya cocok dibaca ketika kamu sedang patah hati aja kok. Tapi cocok juga untuk sekadar hiburan sembari menyelami kisah-kisah pilu yang menyesakkan dada, sekalian bisa ambil hikmahnya. (Ika)






