Heboh Warganet Indonesia Minta Susanti Pemain Serial Upin Ipin Dipulangkan, Ternyata Ini Sebabnya

  • Whatsapp
Capture foto cuitan Twitter Netizen. (Dok. Twitter @sebuahtaruhan/@NanikMuslikah_)

INDIESPOT.ID, Medan – Jagat maya di Twitter saat ini tengah dihebohkan dengan nama Susanti yang mendadak jadi trending topic, Jumat (8/4/2022). Rupanya, trendingnya nama Susanti ini dipicu oleh tweet seorang pengguna Twitter asal Malaysia dengan nama pengguna @erdina_nadya.

”Kalau Indonesian takmo guna bahasa melayu sebagai bahasa rasmi ASEAN ini senang je. Jangan tengok upin ipin lagi dah ok? (Kalau masyarakat Indonesia tidak mau menerima Bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN mudah saja. Jangan tonton Upin Ipin lagi ok?)” cuit akun tersebut.

Bacaan Lainnya
Capture foto cuitan Twitter Netizen. (Dok. Twitter @dadankkonelo)

Sontak cuitan itu mendapat respon dari netizen Indonesia. Dari pantauan redaksi Indiespot pukul 11.08 WIB, lebih dari 3ribu tweer telah meramaikan kata kunci “Susanti”.

“Ok. Minta tolong juga pulangkan susanti kembali ke Indonesia,” cuit @dadankkonelo.

“Anda gatau kenapa di upin ipin ada susanti? Itu karena yang nonton upin ipin banyak Indonesia lol,” kata @sebuahtaruhan.

“Balikin Susanti ke Indonesia, dia disana ga gede-gede jiirr,” ujar @jwycute.

“Kembalikan susanti makcik, btw orang Indonesia ga rugi kok galiat upin-ipin, bisa jadi upin-ipinnya yang bangkrut kehilangan 100 juta penonton indonesia wkwkwk,” tulis @NanikMuslikah_.

Cuitan dari @erdina_nadya itu juga membuat kata kunci Upin Ipin pun turut menjadi trending topic. Lebih dari 7ribu tweet telah dicuitkan netizen.

“Upin Ipin tanpa penonton Indonesia kayaknya gak akan sebesar sekarang juga sepertinya. Indonesia itu target pasa yang empuk untuk Industri perfilman. 270Juta lebih penduduk. sinetron, kartun, anime, korea, India, thailand, telenovela, horor, bxb dan lainnya semuanya ada pasarnya,” kata @rahmatteguh79.

“Indonesia tak butuh Upin Ipin tapi upin ipin yg butuh indonesia karena indonesia adalah market terbesar bagi upin ipin. Kembalikan susanti!” tulis @shepherdst.

“Indonesia ga butuh upin ipin, tapi upin ipin yang butuh (pasar) Indonesia,” cuit @ddeearx.

Diketahui, Susanti adalah teman sekelas Upin dan Ipin dari Jakarta, Indonesia. Dia pindah ke Kampung Durian dengan keluarganya.

Sementara itu, masalah terkait Bahasa Melayu ini rupanya dipicu oleh usulan dari Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob yang ingin membuat Bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN. Tapi usulan ini ditolak oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia, Nadiem Makarim. (Ika)

Pos terkait