Wisatawan di Pulau Samosir Meningkat 30% : COVID-19 Menurun, Ada Objek Wisata Viral

  • Whatsapp
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Samosir, Teti Naibaho. (Dok. INDIESPOT.ID)

INDIESPOT.ID, Medan – Kabar gembira datang dari pariwisata Sumatera Utara. Pasalnya, kunjungan wisatawan di Danau Toba, khususnya Pulau Samosir meningkat 30% selama tahun 2022.

Peningkatan kunjungan wisatawan tersebut dipicu mulai melandainya angka COVID-19.

Bacaan Lainnya

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Samosir, Teti Naibaho mengatakan, dengan menurunkan COVID-19, otomatis membuat regulasi wisatawan datang ke Danau Toba dilonggarkan. Shingga geliat wisata di destiwisata super prioritas ini kian mengairahkan.

Keindahan Panorama di atas Kapal Ferry penyeberangan dari Kota Parapat ke Pulau Samosir. (Dok. INDIESPOT.ID)

“Di tahun 2022 ada trend pandemi agak melandai. Maka wisatawan berbondong-bondong datang mengunjungi objek wisata (Danau Toba),” ujar Teti Naibaho, Jumat, 25 Maret.

Dari data yang dimilikinya hingga per tanggal 18 Maret 2022 sudah ada 79.434 wisatawan yang datang ke Pulau Samosir.

“Jadi (berdasarkan) data Januri sampai Februari dari analisa kami kenaikannnya, 25-30 % dari tahun sebelumnya. Tapi mungkin kalau kita lihat dari tingkat hunian hotel mungkin sampai 40 %,” jelasnya.

Sunset di pagi hari di Kepulauan Samosir yang menawan. (Dok. INDIESPOT.ID)

Teti juga mengatakan ramainya wisatawan juga bisa dilihat, dari ramainya antrian wisatawan di Dermaga Fery, saat akan menyebrang Samosir.

“Bisa kita lihat antriannya, sampai berkilometer. Ini antrian wisatawan dari berbagai wilayah di Indonesia,” katanya.

Kata dia salah satu indikator wisatawan datang lantaran tertarik dengan berbagai destinasti wisata yang ditawarkan di Pulau Samosir. Mulai dari milinial hingga yang mengedepankan kearifan lokal.

“Terutama dengan adanya pantai, termasuk pantai Si bea-bea yang lagi viral dan juga beberapa situs yang masih dikunjungi, yang diresmikan pak presiden, seperti perkampungan Huta Sialagan dan Kampung Ulos,” ungkapnya.

“Daerah itu menjadi daerah atau objek wista yang sering dikunjungi masyarakat, baik para pejabat atau wisatawan nusantara,’’ ujarnya.

Keindahan panorama Danau Toba. (Dok. INDIESPOT.ID)

Saat ini kata dia pihaknya sedang mengembagka desa wisata dengan konsep Living it.

“Dimana para wisatawan, dapat tinggal bersama dengan warga, tnggal di rumah batak yang elegan, menikmati keseharian, bersama orang batak. Saat ini Samosir telah memiliki 54 desa wisata,” ujarnya.

Nantinya di desa wisata itu para wisatawan bisa menikmati sajian kuliner khas daerah.

“Misalnya, kalau kita bicara Desa Wisata huta tinggi kita bisa menikmati naniura, itu semacam sejenis kuliner matang tanpa di masak, boleh berbahan ikan emas atau mujair dengan bumbu khasnya andaliman,” jelasnya

Tety juga menjelaskan salah satu lokasi yang dikembangkan yakni Desa Harihara Pohan. Menurutnya desa ini memiliki keunikan tersendiri.

“Dimana tolerasinnya, sangat dijunjung tinggi, keunikan budayanya sangat kaya dan juga keunikan daripada anraksi budaya. Nanti kita kembahkan agrowisata yang kini juga didampingi kemenkraf juga,” tutupnya. (Satria)

Pos terkait