Korban Pencabulan Kepsek di Labusel, Diduga Lebih dari 3 Santri Pria

  • Whatsapp
Polres Labuhanbatu masih mendalami berapa banyak korban Santriwan (Istimewa)

INDIESPOT.ID, Kabupaten Labuhanbatu Selatan – Dugaan pencabulan yang dilakukan seorang kepala sekolah dari salah satu pondok pesantren berinisial AAD kecamatan(53) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) terhadap 3 santri laki-laki terus di dalami polisi.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Rusdi Marzuki menduga, korban pencabulan yang dilakukan AAD lebih dari 3.

Bacaan Lainnya

“Saat ini masih 3 orang korbannya, kemungkinan akan bertambah makanya kita akan terus mendalami kasus ini,” ujar AKP Rusdi, Minggu, 13 Februari.

AKP Rusdi mengatakan, dugaan pencabulan terjadi 2 bulan lalu. Namun laporan yang diterima polisi baru pada bulan Januari 2022.

Di dalam laporan diduga ada 3 korban santri pria yang dicabuli AAD.

“Terungkapnya kasus pencabulan tersebut lantaran salah satu korbannya berusia 14 tahun mengadukan perbuatan pelaku kepada orang tuanya. Dari pengakuan itu, orang tua korban langsung membuat laporan ke Polres Labuhanbatu,’’ sebutnya.

Sebelumnya AKP Rusdi, mengatakan, AAD ditangkap pada Kamis, 10 Februari di rumahnya di Kecamatan Sei Kanan. Dari penyelidikan pencabulan dilakukan kepada para santri baru pertama dilakukan.

Modusnya dengan mengajak korban pergi ke ladangnya.

“Katanya (para korban) baru sekali (dicabuli). Modusnya pada saat itu dia bawa (korban) ‘ayo ke kebun ngarit, bersih-bersih gitu’ setelah bersih-bersih, ‘capek ya istirahat’ baru disitu ada pencabulannya,” ujarnya Jumat, 11 Februari.

Atas perbuatannya tersangka kini ditahan di Mapolres Labuhan Batu.

“Tersangka dikenakan Pasal 82 ayat 2 UU perlindungan anak ancaman hukuman 12 tahun,” tutupnya. (Satria)

Pos terkait