INDIESPOT.ID, Medan – Di zaman sekarang ini seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan gawai, komputer atau laptop semakin meningkat. Apalagi saat pandemi, dimana kita banyak mengandalkan komunikasi daring yang membuat intesitas bertatap muka dengan layar monitor naik berkali lipat. Memang sih komunikasi daring itu lebih praktis dan efisien, tapi pancaran sinar biru atau blue light dari layar monitor cukup berbahaya bagi kesehatan, lho.
Nggak cuma berbahaya untuk kesehatan mata aja, blue light juga berbahaya untuk kesehatan kulit, saraf dan memengaruhi hormon. Maka dari itu, bahaya blue light ini nggak boleh kita abaikan. Yuk pahami apa saja bahaya blue light ini!
Blue light merupakan cahaya buatan pada light emitting diode (LED) yang memiliki sangat pendek. Berbagai penelitian mengungkap bahwa emisi blue light cukup berbahaya bagi
1. Dapat mengganggu siklus tidur
Paparan blue light dari layar LED di berbagai perangkat elektronik yang kita gunakan sehari-hari ternyata sangat memengaruhi ritme sirkadian atau siklus yang mengatur fungsi fisiologis tubuh kita lho, termasuk siklus tidur. Paparan blue light dari LED diserap oleh melanopsin yang berfungsi memberikan informasi pada otak yang mengatur siklus tidur. Blue light membuat otak memerintah tubuh untuk memperlambat waktu tidur dan mempercepat waktu bangun, sehingga durasi tidur menjadi sangat pendek.
Kalau ini terjadi secara terus menerus dan berlangsung cukup lama tentu akan dapat membuat tubuh mengalami kelelahan karena kekurangan waktu tidur. Hingga akhirnya akan menurunkan produktivitas dan memengaruhi kesehatan.
Agar kita m terhindar dari bahaya blue light ini, kita bisa meminimalkan penggunaan gawai, kok. Setidaknya 2 jam sebelum tidur malam kita sudah berhenti.
2. Dapat memicu beberapa masalah kulit
Selain mengganggu siklus tidur, blue light juga memengaruhi kesehatan kulit. Blue light dapat mengganggu siklus sirkadian sel-sel kulit yang memperlambat proses regenaratif dalam jangka panjang. Hal ini mengakibatkan pembentukan bintik hitam dan mempercepat penuaan.
Selain itu, paparan blue light selama 60 menit juga terbukti meningkatkan produksi sebum dan penyerapan radikal bebas oleh kulit. Kalau hal ini berlangsung hingga jangka panjang, dapat memicu bintik kemerahan seperti kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari lho. Nah, untungnya bahaya blue light untuk kulit wajah ini bisa diminimalkan dengan penggunaan skincare. Jadi kamu dapat menggunakan skincare yang membantu merawat kulit untuk mencegah kerusakan akibat blue light.
3. Dapat merusak mata
Ini sering kali dirasakan kita dalam sehari-harinya. Apalagi saat kita menatap layar gawai dan laptop kurang dari satu jam, kadang timbul rasa pegal dan pedih pada mata. Hal ini karena blue light dapat mengurangi jumlah kedipan mata sehingga membuat mata jadi cepat lelah. Selain itu, paparan blue light pada jangka panjang menyebabkan degenerasi makula atau penyakit retina, rabun dekat, dan meningkatkan pertumbuhan sel pemicu katarak.
Sayangnya, bahaya blue light pada mata ini nggak bisa dihindarkan. Tapi risikonya bisa lebih diminimalkan dengan cara menggunakan kacamata anti-radiasi blue light dan pelindung layar yang mampu mengurangi ketajaman spektrum blue light. Selain itu, intensitas aktivitas di depan layar juga harus dikurangi.
4. Menyebabkan kelelahan saraf
Paparan blue light secara terus menerus juga meningkat ketegangan saraf. Hal ini desebabkan dari ketegangan mata atau yang sering disebut dengan computer vision syndrome (CVS). Gejala ini bisa berupa sakit kepala, pegal dan kaku di sekitar alis, leher, serta pundak.
Efek jangka panjang dari paparan blue light ini dapat memicu kelelahan saraf baik pada pengelihatan, maupun saraf-saraf yang menegang saat mengalami (CVS). Akibat kelelahan ini dapat mengurangi konsentrasi berpikir karena tubuh lebih mudah lelah.
5. Penurunan hormon serotin dan melatonin
Hindari menggunakan gawai di tempat gelap | Credit by Lightpoet on depositphoto
Penggunaan gawai di ruang gelap dapat mempengaruhi siklus sirkadian yang ternyata bisa juga berakibat buruk terhadap sistem hormon dalam tubuh. Apalagi kalau di ruangan gelapa tubuh akan menyerap blue light lebih intens, sehingga dapat memicu penurunan hormon seperti serotin dan melatonin. Kedua hormon ini sangat berpengaruh terhadap suasana hati.
Itu dia beberapa bahaya blue light bagi kesehatan tubuh. Jadi udah tahu kan bahaya dari blue light sekarang ini? So, kita jadi bisa lebih waspada. Kalau emang nggak bisa menghindari aktivitas di depan layar, setidaknya kita bisa melakukan upaya pencegahan. (Ika)






