Bayar Arisan Online Salah Satu Penyebab Eks Bendahara Puskesmas di Medan Korupsi Rp2,4 M

  • Whatsapp
Suasana sidang eks bendahara Puskesmas Glugur di Pengadilan Negeri Medan (istimewa)

INDIESPOT.ID, Medan – Mantan Bendahara Puskesmas Glugur Darat, Kota Medan, Esthi Wulandari dituntut Kejaksaan Negeri Medan (Kajari) 7,5 tahun penjara. Tuntutan itu disampaikan JPU dalam persidangan yang digelar secara virtual Pengadilan Negeri (PN)Medan, Senin (29/11/2021).

Dia diduga korupsi Rp2,4 Miliar hanya demi arisan online. Kasi Intelijen Kajari Medan, Bondan Subrata mengatakan uang yang dikorupsi terdakwa terkait dugaan korupsi Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 3.496.229.000

Bacaan Lainnya

“Uang itu diperuntukkan untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan, pembelian obat, alat kesehatan dan kegiatan operasional puskesmas,” ujar Bondan dalam keterangannya.

Kata Bondan, korupsi yang diduga dilakukan terdakwa terjadi sejak April 2019 hingga Desember 2019. Dalam ini, hal terdakwa yang merupakan eks Bendahara Puskemas Glugur, menggunakan dana itu, untuk kepentingan pribadi.

“Salah satunya untuk mengikuti arisan online, sehingga menyebabkan terjadinya kekurangan kas dan mengakibatkan total kerugian negara sebesar Rp 2.789.533.186,” jelasnya.

Semantara itu dalam nota persidangan sendiri Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fauzan, menilai Esthi melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 ayatu I UU Tipikor sebagaimana diubah denan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan Primair JPU.

Selain dituntut 7,5 tahun penjara, terdakwa juga diminta membayar denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu JPU juga menuntut Esti membayar pengganti kerugian negara Rp 2.452.344.204.. Ketentuannya dana pengganti dibayar paling lama setahun setelah putusan inkrah. Jika tidak maka hartanya disita untuk dilelang.

Namun jika masih tidak cukup maka terdakwa akan dipidana selama 4 tahun lagi. (Satria)